METROTIMORNEWS.ID, LARANTUKA – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 15, Kelurahan Sarotari Tengah, Kabupaten Flores Timur.
Warga RT 15 menggelar pawai obor pada malam hari sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dengan membawa obor yang menyala, warga berjalan bersama menyusuri lingkungan RT 15 dalam suasana penuh kebersamaan.

Pawai obor tersebut tidak hanya menjadi kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Selain pawai obor, warga juga mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan dan undian berhadiah yang menambah semarak suasana malam peringatan kemerdekaan.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, warga RT 15 menyelipkan suasana penuh keheningan dan doa untuk masyarakat Pulau Flores yang sedang berduka akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.
Usai pawai obor, warga berkumpul di sekitar api unggun untuk mengikuti renungan singkat dan doa bersama.
Ketua RT 15, Saverinus Wungubelen, dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk menundukkan kepala dan mendoakan keluarga besar Pulau Flores yang terdampak bencana.
“Marilah kita tundukkan kepala dan panjatkan doa sebagai bagian dari duka mendalam atas keluarga besar Pulau Flores yang mengalami gempa bumi. Kita ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita,” ungkap Saverinus.
Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan meriah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh warga RT 15 yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi semua warga RT 15 yang telah berpartisipasi aktif dalam kebersamaan malam ini,” katanya.
Saverinus berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun di lingkungan RT 15 dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan warga dalam mengisi kemerdekaan.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi dengan kebersamaan, kepedulian dan kerja nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” pungkasnya.
Pawai obor dan renungan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian dan solidaritas. Di tengah nyala obor dan api unggun, warga RT 15 menyatukan hati untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi duka akibat bencana.







