37 Warga Meninggal Dunia Akibat Gempa Flores, Kecamatan Reok Catat Korban Terbanyak

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, METRO TIMORNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali menyampaikan perkembangan terbaru data korban meninggal dunia akibat gempa bumi Flores. Berdasarkan hasil rekapitulasi korban per desa dan kelurahan yang telah dihimpun serta diverifikasi di lapangan hingga Minggu (23/8/2026), tercatat 37 orang meninggal dunia.

Puluhan korban tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Langke Rembong, Cibal, Cibal Barat, Reok, Wae Rii, Reok Barat, dan Satarmese Utara.

Kecamatan Reok menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni mencapai 20 orang.

Dari data yang disampaikan Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai, korban di Kecamatan Reok tersebar di Desa Reo sebanyak 16 orang, Desa Watu Tango satu orang, Desa Mata Air dua orang, dan Desa Wangkung satu orang.

Sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan. Namun, terdapat pula korban yang meninggal akibat tenggelam, shock, maupun sakit.

Salah satu korban bahkan merupakan bayi yang baru dilahirkan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari pos pengungsian Barang Kolong.

Sementara itu, Kecamatan Langke Rembong mencatat lima korban meninggal dunia. Korban masing-masing berasal dari Kelurahan Karot satu orang, Kelurahan Tenda tiga orang, dan Kelurahan Pau satu orang.

Para korban di wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia dengan penyebab utama shock, baik di rumah maupun setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Di Kecamatan Cibal, tercatat empat orang meninggal dunia. Mereka masing-masing berasal dari Desa Bea Mese satu orang, Desa Riung dua orang, dan Desa Ladur satu orang. Seluruh korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumah.

Selanjutnya, Kecamatan Cibal Barat mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Golo Lanak. Korban meninggal dunia setelah tertimpa bangunan.

Di Kecamatan Wae Rii, tercatat dua korban meninggal dunia yang berasal dari Desa Wae Mulu. Kedua korban mengalami luka akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan Kecamatan Reok Barat mencatat empat korban meninggal dunia yang seluruhnya berasal dari Desa Reok Barat. Keempat korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di rumah.

Sementara itu, Kecamatan Satarmese Utara mencatat satu korban meninggal dunia. Korban berasal dari Desa Cireng dan meninggal dunia setelah tertimpa bangunan serta sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas.

Berikut rekapitulasi korban meninggal dunia akibat gempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai:

  • Kecamatan Langke Rembong: 5 orang
  • Kecamatan Cibal: 4 orang
  • Kecamatan Cibal Barat: 1 orang
  • Kecamatan Reok: 20 orang
  • Kecamatan Wae Rii: 2 orang
  • Kecamatan Reok Barat: 4 orang
  • Kecamatan Satarmese Utara: 1 orang

Total: 37 orang meninggal dunia.

Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi Flores.

Pemerintah bersama seluruh unsur terkait hingga kini masih melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, hingga koordinasi lintas sektor di wilayah yang terdampak bencana.

Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

Masyarakat diminta mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah, petugas kesehatan, TNI, Polri, dan unsur penanggulangan bencana yang berada di lapangan.

Data tersebut disampaikan Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, M.Si.

(MTN)

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35