Oknum Polisi Aniaya Dua Siswa Bintara, Propam Polda NTT Bergerak Cepat

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Gambaran dugaan kekerasan yang dilakukan seorang oknum polisi terhadap dua siswa Bintara di lingkungan Polda NTT. Kasus ini menjadi sorotan tajam setelah rekaman videonya viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.

ILUSTRASI: Gambaran dugaan kekerasan yang dilakukan seorang oknum polisi terhadap dua siswa Bintara di lingkungan Polda NTT. Kasus ini menjadi sorotan tajam setelah rekaman videonya viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.

 

Kupang, MetroTimorNews.id — Jagat maya kembali diguncang oleh beredarnya video penganiayaan terhadap dua siswa Bintara yang dilakukan seorang oknum anggota Polri di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Rekaman berdurasi sekitar 26 detik itu viral sejak akhir pekan dan menuai kecaman dari warganet.

Dalam video yang tersebar di berbagai platform, tampak oknum anggota tersebut memukul dan menendang dua siswa Bintara di dalam sebuah ruangan. Meski para siswa telah menyampaikan identitas mereka sebagai peserta didik SPN, pelaku tetap melanjutkan aksi kekerasannya.

Polda NTT bergerak cepat dengan langsung mengamankan terduga pelaku dan melakukan pemeriksaan intensif melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Penempatan Khusus (Patsus) juga telah diterbitkan sebagai langkah awal proses penegakan disiplin.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novica Chandra, menegaskan bahwa institusi tidak akan memberi ruang bagi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Propam sudah memeriksa korban, terduga pelaku, dan saksi. Prosesnya berjalan dan kami pastikan transparan. Kekerasan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Keluarga korban yang sempat mendatangi Mapolda NTT telah mendapatkan pendampingan. Setelah menerima penjelasan resmi, pihak keluarga menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko disebut memberi atensi khusus terhadap kasus ini dan meminta agar penanganan dilakukan secara cepat, tegas, dan profesional. Ia menekankan perlunya menjaga kultur pembinaan internal agar senioritas tidak berubah menjadi tindakan intimidatif atau kekerasan.

Kasus ini memicu diskusi publik terkait budaya senior-junior dalam tubuh kepolisian. Banyak warga menilai tindakan seperti ini mencoreng upaya Polri dalam membangun citra modern dan humanis.

Hingga kini Propam masih mendalami motif pelaku, termasuk memeriksa anggota yang merekam video tersebut. Hasil pemeriksaan lanjutan akan diumumkan setelah seluruh proses internal rampung.

Berita Terkait

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia
Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo
262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13

Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:11

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:58

YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut

Berita Terbaru