SOE, METRO TIMORNEWS.ID– Sukacita, rasa syukur, dan semangat kebersamaan menyelimuti keluarga besar GMIT Imanuel Kuatnana, Klasis Soe Timur, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 jemaat yang berlangsung penuh hikmat dan makna.
Perayaan tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama hampir delapan dekade perjalanan pelayanan, HUT ke-79 juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian GMIT Imanuel Kuatnana yang baru. Momen bersejarah tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru pelayanan gereja sekaligus harapan besar bagi masa depan jemaat.
Kegiatan yang berlangsung di halaman GMIT Imanuel Kuatnana, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dihadiri oleh Bupati TTS yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) TTS, Nikson D.E. Nomleni, S.Sos., M.Si. Hadir pula Anggota DPRD TTS Relygius L. Usfunan, unsur Forkopimcam, para Ketua Majelis Jemaat dari Klasis Soe dan Klasis Soe Timur, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan jemaat GMIT Imanuel Kuatnana.
Turut hadir Simon Petrus Kamlasi, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta Drs. Jermias Paulus Pelle, M.Pd., yang dikenal sebagai Jermias Pelle, selaku Koordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmensus) Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dalam sambutan Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H. yang dibacakan oleh Nikson D.E. Nomleni, Pemerintah Kabupaten TTS menyampaikan apresiasi atas semangat persatuan dan komitmen jemaat dalam membangun rumah ibadah sebagai pusat pembinaan iman dan karakter masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gereja merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas moral, spiritual, serta karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.
“Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan terus mendukung setiap upaya pembangunan yang mampu memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Gereja memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” demikian sambutan Bupati TTS.
Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian acara ketika keluarga besar Saluk, Faot, dan Tanoen secara resmi menyerahkan sebidang tanah kepada GMIT Imanuel Kuatnana sebagai lokasi pembangunan gedung kebaktian yang baru.
Penyerahan tanah tersebut menjadi wujud nyata pengorbanan, kasih, serta komitmen keluarga dalam mendukung pelayanan gereja. Langkah mulia itu disambut dengan doa syukur dan tepuk tangan meriah dari seluruh jemaat yang hadir sebagai ungkapan penghormatan atas ketulusan keluarga yang telah memberikan bagian terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
Prosesi peletakan batu pertama kemudian dilaksanakan sebagai simbol dimulainya pembangunan gedung gereja yang diharapkan menjadi tempat ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan jemaat di masa mendatang.
Bagi warga GMIT Imanuel Kuatnana, pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan fisik, melainkan membangun pusat persekutuan yang akan menjadi tempat bertumbuhnya iman, kasih, dan pengharapan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Perayaan HUT ke-79 GMIT Imanuel Kuatnana pun menjadi lebih dari sekadar peringatan usia gereja. Momentum ini menjadi tonggak sejarah yang meneguhkan semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan seluruh jemaat dalam mewujudkan gereja yang semakin kuat, mandiri, dan berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat “Bersatu Membangun Rumah Tuhan, Bertumbuh dalam Iman, dan Melayani dengan Kasih”, keluarga besar GMIT Imanuel Kuatnana optimistis menatap masa depan pelayanan yang lebih baik, seraya berharap pembangunan gedung kebaktian dapat berjalan lancar hingga selesai dan menjadi warisan iman yang akan dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.
MARTIN MTID








