Kadis PMD Flotim Ungkap Alasan 93 Desa Tak Terima Dana Desa Tahap Dua

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis PMD Kabupaten Flores Timur Paulus Petala Kaha

Kadis PMD Kabupaten Flores Timur Paulus Petala Kaha

 

Larantuka, Metrotimornews. Com— Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Flores Timur, Alfi Kaha, angkat bicara mengenai mandeknya pencairan Dana Desa non-earmark tahap kedua dari pemerintah pusat untuk 93 desa di wilayah Flores Timur. Hingga awal Desember 2025, dana tersebut belum juga diterima, memicu pertanyaan dari para kepala desa dan masyarakat.

Kepada awak media di Larantuka, Jumat (5/12/2025), Alfi Kaha menyatakan bahwa pihaknya belum memperoleh penjelasan resmi mengenai alasan penghentian pencairan dana tersebut.
“Alasannya apa, kami juga tidak tahu mengapa pemerintah pusat menghentikan Dana Desa tahap kedua,” ujar Alfi.

Menurut Alfi, pemerintah kabupaten hanya menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat karena mekanisme penyaluran Dana Desa bersifat terpusat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkoordinasi sembari meminta desa-desa bersabar.

Daftar 93 Desa yang Tidak Menerima Dana Non-Earmark

Berdasarkan data Dinas PMD Flores Timur, 93 desa yang belum menerima Dana Desa non-earmark tahap kedua tersebar di 19 kecamatan:

  • Kecamatan Tanjung Bunga (4 desa): Bandona, Kolaka, Latonliwo II, Sinarhadigala
  • Ile Mandiri (3 desa): Halakodanuan, Riangkemie, Tiwatobi
  • Larantuka (1 desa): Mokantarak
  • Demon Pagong: Tidak ada desa yang tercantum
  • Titehena (5 desa): Bokang Wolomatang, Kobasoma, Konga, Leraboleng, Tuakepa
  • Wulanggitang (6 desa): Boru, Hewa, Hokeng Jaya, Ojandetun, Pantai Oa, Waiula
  • Ile Bura (1 desa): Lewoawang
  • Solor Barat (10 desa): Balaweling II, Daniwato, Ongalereng, Karawatung, Pamakayo, Lamawohong, Lewotanahole, Tanahlein, Lamaole, Nuhalolon
  • Solor Timur (2 desa): Lamawai, Menanga
  • Solor Selatan (2 desa): Bubuatagamu, Kalike Aimatan
  • Adonara (5 desa): Kolilanang, Kolimasang, Lamahoda, Adonara, Tikatukan
  • Adonara Timur (1 desa): Terong
  • Adonara Barat (12 desa): Bukit Seburi I, Duanur, Homa, Hurung, Ilepati, Kimakamak, Pajinian, Tonuwotan, Waitukan, Watobaya, Wolokibang, Wureh
  • Wotanulumado (6 desa): Bliko, Demondei, Klukengnuking, Nayubaya, Tobilota, Wotan Ulumado
  • Ile Boleng (12 desa): Bedalewun, Dokeng, Duablolong, Harubala, Helanlangowuyo, Lewat, Lewokeleng, Neleblolong, Nelelamawangi, Nelelamawangi II, Nihaone, Nobo
  • Kelubagolit (6 desa): Adolaba, Horinara, Lamapaha, Nisakarang, Pepakelu, Redontena
  • Witihama (5 desa): Balaweling Noten, Baobage, Lamaleka, Lewopulo, Tuagoetobi
  • Lewolema (1 desa): Painapang
  • Adonara Tengah (11 desa): Baya, Bidara, Hokohorowura, Horowura, Kenotan, Kokotobo, Lewobele, Lite, Nubalema, Nubalema Dua, Wewit

Total desa terdampak mencapai 93 desa dari 19 kecamatan.

Alfi menuturkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mempercepat proses penyaluran karena sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Namun, ia memastikan laporan dan dokumen pendukung dari desa-desa telah lengkap.

“Kami berharap ada kepastian segera. Desa-desa sudah menunggu karena program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terhambat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah pusat terkait penyebab penghentian pencairan dana tersebut. Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi agar persoalan ini segera terselesaikan.

(*RS)

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35