Larantuka, Metrotimornews.id — Sebanyak 20 orang guru asal Kabupaten Flores Timur mengikuti Tes Calon Kepala Sekolah (CKS) yang diselenggarakan di Kabupaten Sikka. Salah satu peserta adalah Maria Elizabeth Ana Inez Belang, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMA Negeri 1 Larantuka.
Wakasek yang akrab disapa Inez Belang ini mengungkapkan bahwa dirinya mendapat undangan langsung dari Kementerian untuk mengikuti ajang pembibitan Calon Kepala Sekolah yang dilaksanakan pada 27 Desember 2025 lalu di Kabupaten Sikka.
“Undangan dari Kementerian ini merupakan salah satu syarat untuk kenaikan pangkat sekaligus ruang pengabdian apabila nantinya dipercaya mengemban tugas sebagai kepala sekolah,” tutur Inez Belang kepada awak media, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dari Kabupaten Flores Timur terdapat 20 orang guru yang mengikuti tes tersebut. Sementara untuk jumlah keseluruhan peserta dari kabupaten/kota lain di Nusa Tenggara Timur, ia mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

“Yang saya tahu, dari Flores Timur ada 20 orang peserta. Biasanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melaksanakan Tes Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS),” ujar Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Larantuka yang juga dikenal dengan sebutan SMA 468 Larantuka.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Provinsi NTT dalam pelaksanaan seleksi ini juga menggandeng Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai bagian dari upaya mencetak calon pemimpin sekolah yang profesional dan berintegritas.
“Hingga saat ini kami belum mendapatkan informasi lanjutan. Setelah mengikuti tes tertulis selama kurang lebih dua jam, kami masih menunggu pengumuman hasil kelulusan. Jika dinyatakan lulus, maka akan mengikuti tahapan pelatihan sebelum akhirnya diangkat dan dilantik menjadi kepala sekolah,” beber Inez Belang, yang telah mengabdi selama 27 tahun di SMA Negeri 1 Larantuka sejak diangkat sebagai PNS pada tahun 1998.
Ia menambahkan bahwa seleksi Calon Kepala Sekolah bertujuan untuk menilai kompetensi kepribadian, manajerial, serta profesional para kandidat agar siap menjadi pemimpin pendidikan yang berkarakter.
“Proses seleksi ini melalui beberapa tahapan hingga pelantikan, tentu dengan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Inez Belang menyebutkan bahwa dari SMA Negeri 1 Larantuka terdapat dua orang guru yang mengikuti seleksi tersebut. Saat ini seluruh peserta masih menunggu hasil pengumuman serta arahan lanjutan dari panitia.
“Bagi peserta yang dinyatakan lulus tes substansi, akan mengikuti pelatihan. Untuk sekarang, kita menunggu saja hasilnya,” tutupnya.
Sebagai informasi, penugasan guru sebagai kepala sekolah diarahkan untuk mendukung pemerataan wilayah, peningkatan kinerja sekolah, serta pengembangan kepemimpinan di seluruh satuan pendidikan.
“Penugasan ini diharapkan mampu mendorong kemajuan dan kualitas pendidikan di daerah,” ujar Maria Inez Belang, S.Pd.
(*RS)








