Kupang, metrotimornews.id – Suasana duka menyelimuti keluarga, rekan, dan jajaran TNI saat jenazah Praka Satria Tino Taopan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darmaloka Pasir Panjang, Kota Kupang, Minggu (11/1/2026). Prosesi pemakaman berlangsung dengan penghormatan penuh, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Almarhum Praka Satria Taopan, anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas negara di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, 8 Januari 2026. Kepergian prajurit muda asal Nusa Tenggara Timur ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat NTT.
Jenazah tiba di rumah duka di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Sabtu dini hari sebelumnya dan disambut isak tangis keluarga serta kerabat. Prosesi penurunan peti jenazah yang dibalut Bendera Merah Putih menjadi momen haru saat orang tua almarhum tak kuasa menahan kesedihan.
Upacara pemakaman di TMP Darmaloka Pasir Panjang dipimpin oleh Komandan Kodim 1604/Kupang, Letkol Infanteri Kadek Abriawan, dengan penghormatan militer lengkap. Tembakan salvo dan penghormatan terakhir menjadi simbol rasa hormat dari satuan atas pengabdian almarhum kepada negara.

Dalam sambutannya, Kadek Abriawan menegaskan bahwa Praka Satria Taopan adalah prajurit yang berdedikasi tinggi dan telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi institusi TNI maupun keluarga.
Keluarga almarhum mengaku bangga sekaligus terpukul atas kepergian putra tercinta. Cerita perjuangan Praka Satria Taopan, yang dikenal pantang menyerah dan bertekad mengabdi kepada negara, kini menjadi inspirasi bagi generasi muda.







