FATUKOPA, METRO TIMORNEWS.ID — Perhimpunan Mahasiswa Kristen Protestan Universitas Muhammadiyah Kupang (PMKP-UMK) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi melalui kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) di lingkungan GMIT Paulus Taebone, Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Sosialisasi ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas akhir tingkat SMA serta para orang tua. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan guna memperoleh informasi terkait peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ketua Umum PMKP-UMK, Satri Alunat, dalam sambutannya menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Kupang merupakan institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
Menurut dia, UMK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
“Universitas Muhammadiyah Kupang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang agama, suku, maupun ras. Ini merupakan implementasi nilai kebersamaan dan harmoni dalam keberagaman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PMKP-UMK juga memaparkan berbagai keunggulan yang dimiliki UMK, mulai dari kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, tenaga pengajar yang kompeten, hingga fasilitas pembelajaran yang mendukung.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan rinci mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan administratif, serta berbagai program beasiswa yang tersedia. Informasi ini disampaikan untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi calon mahasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi.
Pembina PMKP-UMK, Ricki Bili, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya penyebaran informasi pendidikan hingga ke wilayah pelosok.
Ia menyebut kegiatan sosialisasi ini sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam membuka akses informasi yang merata.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat dijangkau oleh masyarakat di desa,” katanya.
Ricki berharap kegiatan ini dapat mendorong minat generasi muda di Fatukopa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya di Universitas Muhammadiyah Kupang.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan tim sosialisasi, yang mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap peluang pendidikan tinggi.
Reporter: Martin Knaufmone








