ENDE, METRO TIMORNEWS.ID — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus digalakkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, & Joyful) bagi Perkembangan Anak Usia Dini” yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 di TK Negeri Pembina, Kabupaten Ende.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru PAUD mengenai konsep deep learning atau pembelajaran mendalam, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan kesadaran, kebermaknaan, dan suasana belajar yang menyenangkan. Pendekatan ini dinilai penting karena tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi pada pemahaman mendalam dan penerapan dalam kehidupan nyata .
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan perwakilan empat lembaga, yakni TK Negeri Pembina, RA Alfatih, KB TAUD Saqu Al Misyka, dan TK Melati Wolowona, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kegiatan PkM ini diselenggarakan oleh tim dari Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini yang terdiri dari empat dosen, yakni Fredericksen Victoranto Amseke, M.Si (Ketua Tim), Kaleb Lelo, M.Pd, Engelbertus Seran, M.Pd, serta Jendriadi Banoet, M.Pd, dengan melibatkan satu mahasiswa, Paulina Kale Uke.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala TK Negeri Pembina Ende, Marselina Albina Feni, S.Pd., AUD. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran pada anak usia dini.
“Anak tidak bisa dipaksa belajar dengan cara menghafal. Otak anak sedang berkembang pesat, sehingga tugas guru adalah membantu anak memahami, bukan sekadar bisa menjawab. Karena itu, pembelajaran harus dilakukan secara mindful, meaningful, dan joyful,” ungkapnya.
Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Jendriadi Banoet, M.Pd dengan moderator Engelbertus Seran, M.Pd. Ia memaparkan penguatan prinsip deep learning pada aspek perkembangan bahasa anak usia dini.
Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan konsep rumus 8-3-3-4, yaitu integrasi 8 dimensi Profil Pelajar Pancasila, 3 prinsip pembelajaran mendalam, 3 pengalaman belajar, serta 4 kerangka pembelajaran.
Selain itu, peserta juga diberikan contoh konkret berupa alat permainan edukatif (APE) dan aktivitas pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak secara kreatif dan kontekstual.
Materi kedua disampaikan oleh Fredericksen Victoranto Amseke, M.Si dengan moderator Kaleb Lelo, M.Pd, yang mengangkat tema deep learning dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini.
Ia menjelaskan tahapan pengalaman belajar anak, yakni memahami (eksplorasi), mengaplikasikan (mencoba), dan merefleksikan (menceritakan), yang merupakan inti dari pembelajaran mendalam .
Ia juga menekankan peran strategis guru PAUD sebagai fasilitator, motivator, pencipta, sekaligus pengamat dalam proses pembelajaran.
Berbagai strategi pembelajaran seperti bermain peran, eksplorasi, proyek sederhana, storytelling, dan pendekatan STEAM diperkenalkan sebagai metode yang mendukung pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
“Pembelajaran mendalam adalah proses belajar yang benar-benar bermakna, tidak hanya didengar atau dihafal, tetapi dipahami dan melekat sebagai bekal hidup anak. PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi fondasi masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi bahwa guru PAUD adalah sosok penting yang menjadi kunci keberhasilan anak, melalui dedikasi, kasih sayang, dan peran sebagai pendamping pertama dalam proses tumbuh kembang anak.
Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta juga mendapatkan pelatihan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPM) berbasis deep learning.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru mengaku mendapatkan wawasan baru yang lengkap dan aplikatif dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga bermakna dan menyenangkan bagi anak.
Sebagai penutup, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini IAKN Kupang dengan empat lembaga PAUD di Kabupaten Ende.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAUD semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter, rasa ingin tahu, dan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia dini, sebuah fondasi penting bagi masa depan generasi bangsa.
Reporter: Martin Knaufmone








