Hayati Hari Kesaktian Pancasila

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Albert Baunsele
Sahabat Penggerak Literasi

Menghayati Hari Kesaktian Pancasila adalah kesempatan untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai dasar negara, Pancasila telah menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam menghayati Hari Kesaktian Pancasila, kita diingatkan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan. Kita juga diingatkan untuk terus menjaga kesaktian Pancasila sebagai landasan bagi pembangunan bangsa dan negara.

Menghayati Hari Kesaktian Pancasila juga merupakan kesempatan untuk memperkuat kesadaran dan kecintaan kita terhadap Pancasila sebagai identitas bangsa. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera.

Oleh karena itu, mari kita menghayati Hari Kesaktian Pancasila dengan sungguh-sungguh dan memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan demikian, kita dapat membangun bangsa yang lebih kuat dan sejahtera.

Selain itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meletakkan Pancasila sebagai ideologi negara. Setiap 1 Oktober, masyarakat indonesia memperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Berakar pada gerakan pemberontakan PKI tanggal 30 September 1965. Pemerintah indonesia menganggap pemberontakan ini sebagai usaha mengubah ideologi negara menjadi komunis.

Pancasila membentuk karakter manusia Indonesia dalam mewujudkan rasa cinta tanah air. Nama ini, dalam pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan tingkat Sekolah Menengah Atas dijelaskan bahwa Pancasila terdiri dari dua kata dari bahasa Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Kelima sila itu tercantum pada paragraf ke-4 Pembukaan UUD 1945.

Dari buku ‘Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara’, kelima sila itu dibahas. Tentang bagaimana menghayatinya.

Ketuhanan, sebagai nafas sila pertama memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai kebaikan Tuhan dalam setiap perbuatan.

Disebut Kesaktian Pancasila karena merupakan Penjaga Karakter Bangsa di Tengah Arus Globalisasi dan
Ketika Cinta Menjadi Kabut artinya Mencari Makna Toleransi yang Sejati

Kemanusiaan, pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus.

Persatuan, Indonesia adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar.

Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.

Berita Terkait

35 Mahasiswa IAKN Kupang Gelar PKM di GMIT Elim Besnake, Hadirkan Edukasi Iman dan Kreativitas bagi Jemaat
Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan, PAUD Damsyik Teti Terus Mendidik Generasi Desa Oeleu
Memulai Tugas Baru di Tanah Marapu, Iptu Parwata Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba
Sah Dilantik, Iptu Parwata Nahkodai Satresnarkoba Polres Sumba Timur
GMIT Menggelama Juara I Lomba Paduan Suara Gerejawi HUT ke-66 GMIT Imanuel Nemberala
Videotron Milik Pemda Flores Timur Kembali Off, Kominfo Sebut Terkendala Anggaran Listrik
Semarak Hari Lahir Pancasila, IAKN Kupang Gelar Beragam Lomba Bertema “Beta Cinta Pancasila, Beta Cinta IAKN Kupang”
SMA Katolik FQI Kefamenanu Gelar SAS Berbasis Android, Dorong Siswa Melek Teknologi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:42

35 Mahasiswa IAKN Kupang Gelar PKM di GMIT Elim Besnake, Hadirkan Edukasi Iman dan Kreativitas bagi Jemaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:00

Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan, PAUD Damsyik Teti Terus Mendidik Generasi Desa Oeleu

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:14

Memulai Tugas Baru di Tanah Marapu, Iptu Parwata Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:34

Sah Dilantik, Iptu Parwata Nahkodai Satresnarkoba Polres Sumba Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:20

GMIT Menggelama Juara I Lomba Paduan Suara Gerejawi HUT ke-66 GMIT Imanuel Nemberala

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:30

Semarak Hari Lahir Pancasila, IAKN Kupang Gelar Beragam Lomba Bertema “Beta Cinta Pancasila, Beta Cinta IAKN Kupang”

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:11

SMA Katolik FQI Kefamenanu Gelar SAS Berbasis Android, Dorong Siswa Melek Teknologi

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:51

Kapolres Flores Timur Dorong Rekonsiliasi dan Persatuan dalam Sarasehan Konflik Komunal Adonara

Berita Terbaru