Kupang,Metrotimornews.id— Upaya menjaga kelestarian laut kini tidak hanya dilakukan para nelayan dan pemerintah, tetapi juga mulai diperkuat dari ruang-ruang pendidikan vokasi. Melalui Diklat Rancang Bangun dan Konstruksi Alat Tangkap Ramah Lingkungan, para guru SMK Perikanan dan Kelautan se-Nusa Tenggara Timur dibekali pengetahuan tentang teknologi penangkapan ikan yang lebih aman bagi ekosistem laut.
Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) itu berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring pada 27 April hingga 2 Mei 2026 dan luring di Kupang pada 4 sampai 13 Mei 2026.
Di antara peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Ketua Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMKN Pantai Baru, Jacobia Junixon Smaut, S.Pd bersama Buce Y. Giri, S.Pi, Evert Lima, S.Pi dan Sinta Nggadas, S.Pi. Hadir pula peserta dari SMKN 1 Lobalain, yakni Marten Ari Panggalaha, S.Pi dan Sandy M. Tulle, S.Pi.
Ketua Jurusan NKPI SMKN Pantai Baru, Jacobia Smaut, S.Pd mengatakan, pelatihan tersebut menjadi wadah penting bagi para guru untuk memahami perkembangan teknologi alat tangkap ikan yang lebih selektif dan berkelanjutan.
“Melalui diklat ini, guru diperkuat dalam hal keterampilan merancang alat tangkap yang efektif, tetapi tetap menjaga lingkungan laut agar tidak rusak,” kata Jacobia kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan selama ini menjadi salah satu ancaman bagi ekosistem laut, termasuk kerusakan terumbu karang dan habitat ikan. Karena itu, pendidikan mengenai alat tangkap berkelanjutan dinilai penting diterapkan sejak di bangku sekolah vokasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari narasumber Kapten Rakhmat Syam dan Nazarudin, sedangkan proses asesmen dipandu oleh Andi Asmawadi dan Nazarudin.
Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada teknik konstruksi alat tangkap, tetapi juga menyangkut inovasi teknologi perikanan, efisiensi hasil tangkapan, hingga penerapan aturan pemerintah mengenai penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.
Menurut Jacobia, hasil dari pelatihan ini nantinya akan diterapkan dalam proses pembelajaran kepada siswa di sekolah masing-masing.
“Harapannya, siswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran menjaga sumber daya laut supaya tetap lestari untuk masa depan,” ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga bertujuan mendorong praktik penangkapan ikan yang lebih bertanggung jawab serta meningkatkan hasil tangkapan yang ekonomis tanpa merusak lingkungan perairan.
Pada kesempatan itu, Jacobia bersama peserta dari SMKN Pantai Baru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala SMKN Pantai Baru, Bapak Simson Nullek yang telah memberikan dukungan penuh sehingga para guru dapat mengikuti kegiatan diklat tersebut.
Para peserta turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dipimpin Abdi bersama tim atas penyelenggaraan kegiatan yang berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di NTT.
(*Mtc01)








