Diklat Alat Tangkap Ramah Lingkungan Perkuat Kompetensi Guru SMK Perikanan Di NTT

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa: Peserta Diklat Alat Tangkap Ramah Lingkungan dari SMKN Pantai Baru dan SMKN 1 Lobalain di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, Kupang.

Foto Istimewa: Peserta Diklat Alat Tangkap Ramah Lingkungan dari SMKN Pantai Baru dan SMKN 1 Lobalain di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, Kupang.

 

Kupang,Metrotimornews.id— Upaya menjaga kelestarian laut kini tidak hanya dilakukan para nelayan dan pemerintah, tetapi juga mulai diperkuat dari ruang-ruang pendidikan vokasi. Melalui Diklat Rancang Bangun dan Konstruksi Alat Tangkap Ramah Lingkungan, para guru SMK Perikanan dan Kelautan se-Nusa Tenggara Timur dibekali pengetahuan tentang teknologi penangkapan ikan yang lebih aman bagi ekosistem laut.

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) itu berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring pada 27 April hingga 2 Mei 2026 dan luring di Kupang pada 4 sampai 13 Mei 2026.

Di antara peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Ketua Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMKN Pantai Baru, Jacobia Junixon Smaut, S.Pd bersama Buce Y. Giri, S.Pi, Evert Lima, S.Pi dan Sinta Nggadas, S.Pi. Hadir pula peserta dari SMKN 1 Lobalain, yakni Marten Ari Panggalaha, S.Pi dan Sandy M. Tulle, S.Pi.

Ketua Jurusan NKPI SMKN Pantai Baru, Jacobia Smaut, S.Pd mengatakan, pelatihan tersebut menjadi wadah penting bagi para guru untuk memahami perkembangan teknologi alat tangkap ikan yang lebih selektif dan berkelanjutan.

“Melalui diklat ini, guru diperkuat dalam hal keterampilan merancang alat tangkap yang efektif, tetapi tetap menjaga lingkungan laut agar tidak rusak,” kata Jacobia kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/5/2026).

Foto Istimewa: Peserta Diklat Alat Tangkap Ramah Lingkungan dari SMKN Pantai Baru dan SMKN 1 Lobalain di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, Kupang.

Ia menjelaskan, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan selama ini menjadi salah satu ancaman bagi ekosistem laut, termasuk kerusakan terumbu karang dan habitat ikan. Karena itu, pendidikan mengenai alat tangkap berkelanjutan dinilai penting diterapkan sejak di bangku sekolah vokasi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari narasumber Kapten  Rakhmat Syam dan Nazarudin, sedangkan proses asesmen dipandu oleh Andi Asmawadi dan Nazarudin.

Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada teknik konstruksi alat tangkap, tetapi juga menyangkut inovasi teknologi perikanan, efisiensi hasil tangkapan, hingga penerapan aturan pemerintah mengenai penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Menurut Jacobia, hasil dari pelatihan ini nantinya akan diterapkan dalam proses pembelajaran kepada siswa di sekolah masing-masing.

“Harapannya, siswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran menjaga sumber daya laut supaya tetap lestari untuk masa depan,” ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga bertujuan mendorong praktik penangkapan ikan yang lebih bertanggung jawab serta meningkatkan hasil tangkapan yang ekonomis tanpa merusak lingkungan perairan.

Pada kesempatan itu, Jacobia bersama peserta dari SMKN Pantai Baru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala SMKN Pantai Baru, Bapak Simson Nullek yang telah memberikan dukungan penuh sehingga para guru dapat mengikuti kegiatan diklat tersebut.

Para peserta turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dipimpin Abdi bersama tim atas penyelenggaraan kegiatan yang berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di NTT.

(*Mtc01)

Berita Terkait

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial
Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan
Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa
DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap
348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional
33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Resmi Mengabdi di Empat Desa Rote Barat
Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba
300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:45

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:07

Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:58

Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:33

DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:53

33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Resmi Mengabdi di Empat Desa Rote Barat

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:04

Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:12

300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:30

Mengabdi di Beranda Selatan NKRI, 33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Disambut Hangat Pemerintah Desa Rote Barat

Berita Terbaru