Wabup Ignas Boli Lepas 90 Petani Flotim Studi Banding ke Soe, Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Ubah Pola Pikir

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, secara resmi melepas 90 petani untuk mengikuti studi banding dan pelatihan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong lahirnya praktik pertanian yang lebih modern dan produktif.

Dalam sambutannya, Ignas Boli menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan fokus utama pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli.

“Ketika sektor ekonomi pertanian dan nelayan menjadi fokus pembangunan, maka yang harus kita pikirkan adalah program, terobosan, dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, sekaligus menjamin ketahanan pangan masyarakat,” ujar Ignas Boli.

Sebanyak 90 peserta yang diberangkatkan terdiri dari 80 petani yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan 10 petani yang mendapat dukungan dari Yayasan Karitas.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukanlah perjalanan wisata, melainkan kesempatan belajar langsung dari daerah yang telah berhasil menerapkan praktik pertanian yang lebih maju.

Bukan Wisata, Tapi Belajar dari yang Lebih Maju

Ignas Boli meminta para peserta agar tidak terpengaruh oleh berbagai pandangan negatif yang menganggap studi banding sebagai kegiatan yang menghabiskan anggaran tanpa manfaat.

“Ini bukan pergi berwisata. Tujuan utama ke Soe adalah belajar sebagai petani. Studi banding adalah bagian dari pengembangan kapasitas profesi. Kalau pejabat bisa mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan, maka petani juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya,” tegasnya.

Ia menilai perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam memajukan sektor pertanian di Flores Timur. Petani harus berani meninggalkan kebiasaan lama dan mulai menerapkan metode pertanian yang lebih efektif dan produktif.

Dorong Pemanfaatan Lahan Secara Maksimal

Dalam kesempatan itu, Wabup Ignas juga menyoroti masih banyaknya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui studi banding tersebut, para petani diharapkan dapat mempelajari berbagai teknik pertanian hortikultura modern yang bisa diterapkan di Flores Timur.

“Kita ingin petani belajar bagaimana memanfaatkan lahan secara maksimal untuk sayuran, buah-buahan, tanaman obat, maupun tanaman produktif lainnya. Semua itu bertujuan meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat Flores Timur masih banyak dipasok dari luar daerah. Karena itu, peningkatan produksi lokal harus menjadi perhatian bersama.

Didukung Berbagai Mitra Pembangunan

Kegiatan studi banding tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur dengan sejumlah lembaga dan mitra pembangunan.

Ignas Boli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk Bappenas, BPR, Yayasan Plan, Karitas Keuskupan Larantuka, Yayasan Gema Indonesia Sejahtera, dan berbagai lembaga lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan petani.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak yang peduli terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Jadi Duta Pertanian Flores Timur

Di akhir sambutannya, Ignas Boli berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Flores Timur selama berada di Soe serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman.

“Pergilah sebagai duta pertanian Flores Timur. Belajarlah dengan rendah hati, lihat apa yang sudah berhasil mereka lakukan, lalu pulang dan terapkan di kampung halaman masing-masing demi kemajuan pertanian Flores Timur,” pungkasnya.

Reporter : RS
Editor : Redaksi Metrotimornews.id

Berita Terkait

MPLS Jadi Benteng Antinarkoba, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Edukasi 275 Siswa Baru di Dua SMA
MPLS Ramah Resmi Dibuka, Puluhan Siswa Baru SMKN Pantai Baru Siap Ditempa Jadi Talenta IT dan Maritim
Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial
Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan
Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa
DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap
348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional
Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:16

MPLS Jadi Benteng Antinarkoba, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Edukasi 275 Siswa Baru di Dua SMA

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32

MPLS Ramah Resmi Dibuka, Puluhan Siswa Baru SMKN Pantai Baru Siap Ditempa Jadi Talenta IT dan Maritim

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:45

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:07

Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:33

DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:48

348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:04

Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:12

300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Berita Terbaru