Menjaga Lingkungan, Menjaga Citra Festival dan Semangat Kebersamaan
BAA, METROTIMORNEWS.ID – Di tengah kemeriahan Festival Keluarga Malole Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Selasa (9/6/2026), ada sekelompok anak muda yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka bukan pengisi acara, bukan pula peserta lomba, tetapi kehadiran mereka turut menentukan suksesnya jalannya festival.
Mereka adalah anggota Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Rote Ndao yang dipercaya menjadi bagian dari Panitia Kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Di saat ribuan pengunjung menikmati berbagai rangkaian acara, para pemuda ini bergerak memastikan lingkungan tetap bersih, nyaman, dan tertata. Tugas yang sering kali luput dari perhatian publik itu justru menjadi kontribusi nyata dalam mendukung kesuksesan festival.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao, Ida Farida Jemida, mengatakan keterlibatan organisasinya bukan sekadar memenuhi undangan panitia, melainkan bentuk komitmen generasi muda dalam mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemuda Katolik, kami bersyukur dan bangga dapat terlibat sebagai Panitia Kebersihan dalam Festival Keluarga Malole di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Ida.
Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya soal mengumpulkan sampah atau membersihkan lokasi kegiatan. Lebih dari itu, kebersihan merupakan cerminan kepedulian, tanggung jawab bersama, serta penghormatan terhadap ruang publik yang digunakan oleh masyarakat.
Ia menilai Festival Keluarga Malole tidak hanya menjadi ajang hiburan dan edukasi, tetapi juga ruang mempererat hubungan antar keluarga, memperkuat budaya gotong royong, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Karena itu, Pemuda Katolik Rote Ndao menyambut baik kolaborasi yang dibangun antara Yayasan Selancar Arungi Indonesia, TP PKK Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ida juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan para relawan dan masyarakat selama festival berlangsung. Menurutnya, kerja sama lintas organisasi dan komunitas menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Semangat gotong royong yang terlihat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa ketika semua pihak bekerja bersama, maka kegiatan sebesar apa pun dapat berjalan dengan baik, tertib, dan berkesan,” katanya.
Lebih lanjut, Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keluarga, pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembangunan daerah.
Di balik bersihnya lokasi Festival Keluarga Malole 2026, terdapat kerja keras para relawan yang mungkin tidak terlihat di atas panggung. Namun justru dari gerak-gerak sederhana itulah lahir pesan penting bahwa membangun daerah dapat dimulai dari hal kecil, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Bersama menjaga kebersihan, bersama membangun Rote Ndao yang lebih Malole,” tutup Ida.
(Tim/MTN)








