Dari Rumah ke Rumah, Bripka Marsel Menebar Harapan bagi Warga Miskin Ekstrem

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ROTE NDAO, METROTIMORNEWS.ID – Matahari pagi mulai menyinari Desa Oebou, Dusun Oedai, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (19/6/2026). Di tengah kesederhanaan perkampungan yang berada di wilayah selatan Indonesia itu, seorang anggota polisi tampak berjalan menuju sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Di tangannya tergenggam bingkisan kasih berupa beras, sembako, dan sebagian uang remunerasi yang disisihkan dari penghasilannya sendiri. Senyum hangat yang ia bawa seolah menjadi penguat bagi penghuni rumah yang sedang bergumul dengan kerasnya kehidupan.

Sosok itu adalah Bripka Marsel B.W. Henukh, Bintara Polres Rote Ndao yang selama ini dikenal aktif menjalankan kegiatan sosial melalui program Door to Door System (DDS) Polri Peduli.

Tepat pukul 09.00 Wita, Bripka Marsel kembali mengunjungi kediaman Arnolus Rani dan Martinus Ndun, dua warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Kedatangannya bukan untuk menjalankan operasi kepolisian ataupun penegakan hukum. Ia datang sebagai sahabat masyarakat yang ingin berbagi kasih dan kepedulian kepada sesama.

Bantuan yang diberikan memang sederhana. Namun bagi warga yang menerima, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Bripka Marsel berbincang hangat dengan kedua warga lansia tersebut. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Yang tampak hanyalah hubungan kemanusiaan yang tulus.

“Saya kasihan melihat kehidupan warga ini. Semoga Tuhan memberikan hati bagi mereka yang memiliki kelebihan sehingga dapat membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Bripka Marsel.

Bagi anggota Polres Rote Ndao itu, kegiatan sosial tersebut bukanlah hal baru. Aksi berbagi kepada warga kurang mampu telah menjadi rutinitas yang terus ia lakukan dari waktu ke waktu.

Namun kepeduliannya tidak berhenti pada pemberian sembako dan bantuan tunai semata.

Di balik kunjungan rutin tersebut, Bripka Marsel ternyata sedang berupaya mewujudkan impian yang lebih besar, yakni membangun rumah layak huni bagi keluarga Arnolus Rani dan Martinus Ndun.

Saat ini, fondasi rumah yang direncanakan telah selesai dikerjakan. Meski demikian, proses pembangunan belum dapat dilanjutkan karena masih membutuhkan tambahan material bangunan.

Bripka Marsel mengaku terus berupaya mencari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak agar pembangunan rumah tersebut dapat segera dilanjutkan hingga selesai.

Baginya, memiliki tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar yang patut diperjuangkan, terutama bagi warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi serba terbatas.

Kisah pengabdian Bripka Marsel menjadi gambaran nyata wajah Polri yang humanis dan hadir di tengah masyarakat.

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 mendatang, langkah kecil yang dilakukan anggota polisi di tapal batas selatan Indonesia ini menjadi pesan kuat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari jabatan atau penghargaan yang diterima.

Terkadang, pengabdian justru lahir dari ketulusan hati untuk mengetuk pintu rumah warga, mendengar keluh kesah mereka, berbagi dari apa yang dimiliki, dan membantu mewujudkan harapan yang hampir padam.

Di Desa Oebou, harapan itu kini mulai berdiri di atas sebuah fondasi rumah sederhana. Sebuah fondasi yang bukan hanya terbuat dari batu dan semen, tetapi juga dari kepedulian, kasih sayang, dan semangat kemanusiaan.

Karena bagi Bripka Marsel, menjadi polisi bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

(Tim)

Berita Terkait

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Berita Terbaru