Ignas Boli Soroti Tingginya Mortalitas dan Stunting di Flores Timur

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, menyoroti masih tingginya angka mortalitas dan stunting di Kabupaten Flores Timur. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak melalui penguatan lintas program dan lintas sektor dalam implementasi pelayanan kesehatan primer dan komunitas.

Hal itu disampaikan Ignas Boli saat membuka kegiatan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas di Kabupaten Flores Timur yang berlangsung di Aula Gelekat Nara, Larantuka, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Pembangunan sektor kesehatan bukanlah tanggung jawab parsial Dinas Kesehatan semata, melainkan komitmen kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” tegas Ignas.

Ia menjelaskan, transformasi pelayanan kesehatan yang saat ini didorong Kementerian Kesehatan mencakup pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada upaya promotif dan preventif, serta pelayanan kesehatan komunitas yang menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Karena itu, dibutuhkan sinergi nyata dari berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, lingkungan hidup hingga pemenuhan gizi masyarakat.

“Diperlukan sinergisitas nyata yang melibatkan berbagai sektor, seperti ketahanan pangan, dunia pendidikan untuk edukasi pencegahan penyakit, lingkungan hidup untuk sanitasi, hingga pemenuhan gizi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ignas mengungkapkan sejumlah persoalan kesehatan yang masih dihadapi Flores Timur. Selain tingginya angka mortalitas, daerah ini juga menghadapi dampak kesehatan akibat aktivitas gunung berapi, perubahan iklim, persoalan kesehatan ibu dan anak, serta angka stunting yang masih berada di kisaran 18 persen atau sekitar dua ribu balita.

Menurutnya, tantangan tersebut semakin berat bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan, termasuk kepala puskesmas, bidan, perawat, dan tenaga gizi.

Ignas menegaskan, penguatan pelayanan kesehatan primer dan komunitas sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Flores Timur Produktif dan Inovatif Menuju Lewotana Flores Timur yang Maju, Berdaya, dan Berkelanjutan.

Salah satu misi yang diusung adalah transformasi sosial melalui pemberdayaan sektor kesehatan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta peningkatan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Flores Timur menyampaikan apresiasi kepada para camat, lurah, kepala desa, dan kader kesehatan yang selama ini aktif mendukung pelayanan kesehatan di tingkat komunitas.

“Anggaran negara dan daerah selalu kita fokuskan untuk mempersiapkan generasi yang cerdas dan sehat. Hari ini kita berbicara tentang tanggung jawab bersama untuk mempersiapkan generasi yang sehat. Semoga pertemuan ini menghasilkan langkah-langkah konkret dari berbagai pihak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Joria Parmin, mengatakan pembangunan kesehatan merupakan pilar penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, implementasi pelayanan kesehatan primer di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, kesenjangan akses layanan kesehatan, belum meratanya pemberdayaan masyarakat, serta belum optimalnya keterlibatan sektor non-kesehatan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap koordinasi lintas program dan lintas sektor dapat semakin diperkuat guna memperluas cakupan layanan kesehatan, memperkuat peran komunitas, serta mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Kabupaten Flores Timur.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Flores Timur, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur. (tim)

Berita Terkait

Piala Bupati Cup II Tetap di Oebesa atau Pindah ke Soe Generation? Final Panas Menanti!
SMKN Tunua Gelar Bakti Sosial di Gereja Bethania Sambut HUT RI ke-81
Yoram Nakamnanu Desak Pemda TTS Segera Tindaklanjuti Persoalan Aset Desa dan Infrastruktur
Aksi Nyata DWP RSUD HFL, Periksa Kesehatan Anggota dan Edukasi Hidup Sehat
RIMPAF TTS Soroti Dugaan Tebang Pilih Sanksi Etika, Desak Sekdes Bijaepunu Segera Dinonaktifkan
Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula
Mantan Anggota DPRD Soroti Proyek Kandang Sapi Rp1 Miliar di Tanjung Bunga
10 Tenaga kesehatan diduga hina pasien BPJS di media sosial, sanksi menanti

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:26

Piala Bupati Cup II Tetap di Oebesa atau Pindah ke Soe Generation? Final Panas Menanti!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:24

SMKN Tunua Gelar Bakti Sosial di Gereja Bethania Sambut HUT RI ke-81

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:31

Yoram Nakamnanu Desak Pemda TTS Segera Tindaklanjuti Persoalan Aset Desa dan Infrastruktur

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:30

Aksi Nyata DWP RSUD HFL, Periksa Kesehatan Anggota dan Edukasi Hidup Sehat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:55

Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:51

Mantan Anggota DPRD Soroti Proyek Kandang Sapi Rp1 Miliar di Tanjung Bunga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:00

10 Tenaga kesehatan diduga hina pasien BPJS di media sosial, sanksi menanti

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:45

Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”

Berita Terbaru