SOE, METRO TIMORNEWS.ID – Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dari Fraksi Partai Perindo, Drs. Yoram Nakamnanu, M.M., mendesak Pemerintah Kabupaten TTS segera menindaklanjuti sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Yoram dalam Rapat Paripurna DPRD TTS terkait pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (10/8/2026).
Yoram menyoroti persoalan aset Desa Oelet. Menurutnya, masa jabatan mantan Kepala Desa Oelet telah berakhir pada 1 Juni 2026, namun sejumlah aset desa, termasuk kunci kantor desa, disebut belum diserahkan.
“Mantan Kades Oelet masa jabatan sudah usai pada 1 Juni 2026, tapi sampai hari ini pertanggungjawaban terkait pengelolaan aset desa, termasuk kunci kantor desa, belum diserahkan,” tegas Yoram.
Ia meminta Bupati TTS melalui Dinas PMD segera memastikan proses serah terima aset dilakukan sesuai ketentuan dan menelusuri pertanggungjawaban yang belum diselesaikan.
Selain aset desa, Yoram juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dan jembatan di Kecamatan Amanuban Timur, Amanatun Utara, Fautmolo dan wilayah lainnya.
Ia mengusulkan agar ruas jalan yang belum mampu dibangun dengan aspal dapat ditangani sementara menggunakan material sirtu.
“Kita berharap dengan upaya ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat, baik yang ojek, penjual sayur dengan sepeda motor, travel dan pengguna jalan serta akses ekonomi warga bisa berjalan normal,” ujarnya.
Yoram juga menyoroti kondisi Jembatan Noebunu yang dinilai memprihatinkan akibat material kayu yang telah lapuk. Ia meminta pemerintah segera melakukan penanganan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati TTS Eduard Markus Lioe mengakui kondisi fiskal daerah saat ini tidak kondusif. Namun, pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terkait Jembatan Noebunu dan Jembatan Noefatu di Desa Neke, Kecamatan Oenino, Eduard mengatakan keduanya telah diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran.
Sementara untuk ruas jalan Oe’oh–Ayotupas, khususnya Oelet dan Oeekam hingga Desa Nasi, pemerintah menargetkan pembangunan dapat direalisasikan tahun depan.
“Untuk infrastruktur jalan kita bisa bangun 5–6 kilometer. Tentunya untuk ruas jalan Oe’oh-Ayotupas di titik Oelet dan Oeekam Amanuban Timur hingga Desa Nasi Amanatun Utara bisa terealisasi di tahun depan,” kata Eduard.
MARTIN MTID








