ROTE NDAO, METROTIMORNEWS.ID – Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh Bripka Marsel B.W. Henukh, anggota Polres Rote Ndao yang dikenal aktif membantu warga kurang mampu melalui berbagai kegiatan sosial.
Jumat (19/6/2026) pagi, tepat pukul 09.00 Wita, Bripka Marsel kembali mengunjungi kediaman Arnolus Rani dan Martinus Ndun, dua warga lanjut usia di Desa Oebou, Dusun Oedai, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Dengan membawa bantuan berupa beras, sembako, serta sebagian uang remunerasi yang disisihkan dari penghasilannya sendiri, Bripka Marsel hadir bukan sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai sahabat masyarakat yang ingin berbagi kasih dan kepedulian.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, namun bagi kedua lansia tersebut, kehadiran dan perhatian yang diberikan menjadi bukti bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap kehidupan mereka.
“Saya kasihan melihat kehidupan warga ini. Semoga Tuhan memberikan hati bagi mereka yang memiliki kelebihan sehingga dapat membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Bripka Marsel.
Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari program Door to Door System (DDS) Polri Peduli yang selama ini rutin dijalankannya. Namun kepedulian Bripka Marsel tidak berhenti pada pemberian sembako dan bantuan tunai semata.
Di balik kunjungan rutin yang dilakukan, tersimpan sebuah misi kemanusiaan yang lebih besar, yakni mewujudkan rumah layak huni bagi Arnolus Rani dan Martinus Ndun yang selama ini hidup dalam kondisi serba terbatas.
Menurut Bripka Marsel, pembangunan rumah tersebut telah mulai dikerjakan. Fondasi rumah bahkan telah selesai dibangun. Namun proses pembangunan belum dapat dilanjutkan karena masih membutuhkan tambahan material bangunan dan dukungan dari berbagai pihak.
Karena itu, ia terus berupaya mencari bantuan dan donasi dari para dermawan, komunitas sosial, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama agar pembangunan rumah tersebut dapat segera diselesaikan.
Baginya, rumah yang layak bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi tempat berlindung yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penghuninya, terutama bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih.
Kisah pengabdian Bripka Marsel menjadi gambaran nyata hadirnya sosok polisi yang humanis di tengah masyarakat. Melalui tindakan sederhana namun penuh makna, ia menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tugas-tugas kepolisian semata, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan warga yang membutuhkan uluran tangan.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 mendatang, langkah yang dilakukan Bripka Marsel menjadi inspirasi bahwa pengabdian sejati lahir dari ketulusan hati untuk membantu sesama.
Di Desa Oebou, harapan itu kini mulai berdiri di atas fondasi sebuah rumah sederhana. Sebuah fondasi yang tidak hanya terbuat dari batu dan semen, tetapi juga dibangun dari kepedulian, kasih sayang, dan semangat kemanusiaan.
Karena bagi Bripka Marsel, menjadi polisi bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
(Tim)








