SoE, Metrotimornews. Id–Universitas Nusa Cendana Kupang melalui Prodi Biologi menggelar pendampingan kepada guru-guru MGMP Biologi Kecamatan Kota Soe. Kegiatan bertema pengelolaan limbah organik menjadi produk kompos ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pendampingan menggunakan alat Tabolabale Drum Komposter, yaitu mesin pengolah sampah organik sistem tertutup yang dinilai lebih cepat dan tidak menimbulkan bau.

Kaprodi Biologi Universitas Nusa Cendana Kupang, Andam S. Ardan, kepada media ini usai pembukaan kegiatan,mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah di lingkungan sekolah dan pasar.
“Kami dari latar belakang pendidikan biologi ingin membagi ilmu pengelolaan limbah ini. Ini selalu kami kembangkan karena kami lihat di sekolah-sekolah banyak limbah seperti daun dan juga sampah-sampah di pasar seperti sayur-sayuran yang tidak bisa digunakan,” tutur Andam kepada media.
Ia menjelaskan, sampah organik yang dibiarkan biasanya menimbulkan bau tidak sedap. Namun dengan mesin tertutup ini, baunya berkurang dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan.
“Jika dirubah jadi kompos maka baunya berkurang karena mesinnya tertutup rapat dan bisa menjadi produk yang bisa digunakan. Ini juga mengajarkan kita untuk recycling atau mengolah bahan yang tidak berguna menjadi berguna menggunakan alat,” jelasnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah agar guru-guru memiliki praktik baik dalam pembelajaran Biologi di sekolah terkait cara pengolahan limbah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar guru-guru memberikan praktik baik dalam pembelajaran biologi di sekolah terkait cara pengolahan limbah, baik di rumah yang tidak tertimbun begitu saja tetapi diolah menjadi pupuk kompos yang berguna. Dengan berharap agar limbah tidak berakhir jadi sampah melainkan bisa bermanfaat,” lanjut Andam.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMA Negeri 1 Soe, Aprianus Talan, yang mewakili Kepala Sekolah dalam pembukaan kegiatan, menyambut baik inisiatif tersebut.
“SMAN 1 Soe lokasinya sangat luas yang tentunya memiliki banyak limbah. Kiranya pola pengelolaan limbah ini bermanfaat bagi sekolah dalam mengurangi sampah. Pihaknya juga menyambut baik kegiatan yang positif,” ujar Aprianus.
Hal senada disampaikan Ketua MGMP Biologi Kota Soe, Erywati Naatonis. Ia mengapresiasi kepedulian Prodi Biologi UNDANA dan berharap kerja sama ini terus berlanjut.
“Kami sangat berterima kasih. Ilmu dan alat ini sangat membantu guru dalam praktik pembelajaran sekaligus mendukung program sekolah bersih. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus berlanjut,” kata Erywati.
Melalui pendampingan ini, para guru MGMP biologi tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengoperasikan mesin Tabolabale Drum Komposter dan mengolah limbah daun serta sisa sayuran menjadi kompos yang siap pakai.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program-programdi sekolah dan menumbuhkan budaya memilah serta mengolah sampah organik di kalangan siswa dan masyarakat.(Albert Baunsele)








