AMARASI, METRO TIMORNEWS.ID– Semangat pelayanan, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat terlihat nyata ketika sebanyak 29 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Semester IV Kelas F, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan kegiatan Implementasi Mata Kuliah PAK Pemuda di Jemaat GMIT Golgota Haumoro pada 12–13 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah PAK Pemuda yang dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Dr. Cristofel Saetban, M.Pd.K.. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung ke tengah jemaat untuk menerapkan ilmu, keterampilan pelayanan, serta nilai-nilai Kristiani yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Berbagai kegiatan kreatif dan edukatif diselenggarakan selama dua hari pelaksanaan, di antaranya jelajah alam, Sabtu Ceria, dan malam refleksi. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk membangun karakter, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan spiritualitas pemuda gereja melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna.
Antusiasme jemaat terlihat begitu tinggi. Kehadiran para mahasiswa disambut dengan hangat oleh warga jemaat yang merasa diberkati melalui berbagai aktivitas yang dilaksanakan. Bahkan, sejumlah jemaat berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang karena dinilai memberikan dampak positif bagi pertumbuhan iman dan pengembangan karakter generasi muda gereja.
Dalam keterangannya, Dr. Cristofel Saetban, M.Pd.K. menjelaskan bahwa kegiatan implementasi ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan calon guru dan pelayan Kristen.
“Mahasiswa perlu mengalami secara langsung bagaimana melayani, membangun relasi dengan masyarakat, dan menerapkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. Melalui kegiatan ini, mereka belajar menjadi pelayan yang hadir dan berdampak bagi sesama, sebagaimana Yesus Kristus telah memberikan teladan pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran yang efektif tidak hanya terjadi di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan implementasi lapangan menjadi sarana yang sangat penting untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosial mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Tingkat Kelas F, Aprilianus Christian Loke Bura, mengaku bersyukur dan bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai program implementasi mata kuliah seperti ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, dan pelayanan.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar melayani secara langsung. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami sebagai calon pendidik Kristen dan pelayan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari pendampingan dan arahan Dr. Cristofel Saetban, M.Pd.K. yang dikenal sebagai sosok dosen berdedikasi tinggi, humanis, dan dekat dengan mahasiswa. Dengan pendekatan yang penuh keteladanan, beliau terus mendorong mahasiswa untuk bertumbuh tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan implementasi ini, mahasiswa PAK IAKN Kupang kembali menunjukkan bahwa pendidikan Kristen tidak berhenti pada penguasaan teori semata, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi gereja dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kampus hadir untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap melayani dengan kasih dan integritas di tengah kehidupan bermasyarakat.
(Martin Knaufmone)








