Mahasiswa BKK IAKN Kupang Tanamkan Kepedulian Lingkungan di GMIT Sontetus Oe’ika, Wujudkan Iman Melalui Aksi Nyata

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Semangat pelayanan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat diwujudkan oleh 49 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen (BKK) Kelas D Semester II, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan Implementasi Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Lingkungan serta Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Gereja GMIT Sontetus Oe’ika pada 27–28 Juni 2026.

Mengusung tema “Di Tangan Tuhan: Iman, Harapan, dan Tanggung Jawab Merawat Bumi untuk Generasi Mendatang” dengan subtema “Pendidikan Lingkungan untuk Anak/Remaja, Peran Keluarga dan Gereja”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan dampak positif bagi jemaat dan masyarakat.

Dosen pengampu Mata Kuliah PAK dan Lingkungan, Dr. Christofel Saetban, M.Pd.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, iman, dan tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di dalam kelas serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar melayani sesama sebagaimana Yesus Kristus telah memberikan teladan,” ungkap dosen yang akrab disapa Dr. Chris tersebut.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam upaya menjaga dan merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman.

Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menghadirkan berbagai program edukatif dan kreatif. Bersama anak-anak dan remaja jemaat, mereka melaksanakan PAR Kreatif yang diisi dengan cerita Alkitab, nyanyian rohani, permainan edukatif, serta materi sederhana tentang pengelolaan sampah dan pentingnya mencintai alam sebagai ciptaan Tuhan.

Suasana penuh sukacita terlihat ketika anak-anak mengikuti setiap kegiatan dengan antusias. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari wujud iman kepada Tuhan.

Tidak hanya itu, kegiatan bersama pemuda jemaat juga menjadi salah satu momen berkesan. Mahasiswa dan pemuda gereja melakukan aksi penanaman pohon sebagai simbol harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan refleksi bersama melalui api unggun yang menghadirkan suasana keakraban, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai spiritual.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pelayanan gereja, mahasiswa turut menyerahkan bantuan berupa satu unit jam dinding dan lima sak semen yang diterima langsung oleh pihak jemaat.

Pihak Gereja GMIT Sontetus Oe’ika menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dosen serta mahasiswa IAKN Kupang atas perhatian dan pelayanan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang karena memberikan manfaat yang nyata bagi jemaat, khususnya anak-anak dan kaum muda.

Ketua Panitia kegiatan, Kezia Elvira Ngongo, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya dipahami secara teori, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami belajar melayani, bekerja sama, dan menjadi bagian dari upaya menjaga ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih, pihak gereja juga menyerahkan cenderamata kepada dosen dan mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi insan akademis yang unggul, tetapi juga pribadi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. Melalui langkah-langkah sederhana seperti edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan pelayanan kepada jemaat, para mahasiswa menunjukkan bahwa iman yang hidup adalah iman yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Dari ruang kelas menuju tengah masyarakat, mahasiswa IAKN Kupang membuktikan bahwa merawat bumi dan melayani sesama adalah panggilan bersama demi mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

Dari Kelistrikan ke Pertanian Cerdas, Siswa SMKN Kolbano Hadirkan Inovasi IoT
Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu
Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026
Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu
Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:38

Dari Kelistrikan ke Pertanian Cerdas, Siswa SMKN Kolbano Hadirkan Inovasi IoT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:13

Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:34

Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:45

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Berita Terbaru