PENE UTARA, METRO TIMORNEWS.ID — Keceriaan dan semangat kebersamaan mewarnai Lapangan SD GMIT Pene Utara, Desa Pene Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada 9–10 Agustus 2026. Wahana Visi Indonesia (WVI) berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Pene Utara menggelar perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dengan menghadirkan berbagai permainan edukatif, kreativitas, dan kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, serta berekspresi.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan hampir 200 anak dari berbagai satuan pendidikan dan kelompok keagamaan di Desa Pene Utara. Peserta berasal dari SMP Negeri 2 Amanuban Tengah, SD GMIT Pene Utara, SD Inpres Taeleu, PAR GMIT Ebenhaiser Pene Tunan, PAR GMIT Betlehem Pene Utara, serta Kapela Kristus Raja.
Sejak awal kegiatan, antusiasme anak-anak terlihat begitu tinggi. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga diberikan kesempatan tampil sebagai pengisi acara dan terlibat langsung dalam berbagai permainan yang telah disiapkan panitia.
Anak-anak mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP mengikuti beragam permainan yang dirancang untuk membangun kerja sama, kekompakan, kreativitas, keberanian, serta rasa percaya diri. Kehadiran guru dan orang tua turut menambah kehangatan suasana sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak anak untuk mendapatkan ruang bermain yang aman dan menyenangkan.
Mengusung Semangat “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”
Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut menjadi pesan penting bahwa anak-anak bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi masa kini yang membutuhkan perhatian, perlindungan, kesempatan berkembang, serta ruang yang cukup untuk bermain dan mengekspresikan diri.
Dalam sambutannya, Apris Boimau yang mewakili Wahana Visi Indonesia mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap waktu bermain anak.
Menurutnya, bermain memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Waktu bermain tidak seharusnya tersita oleh berbagai aktivitas lainnya karena melalui permainan anak dapat belajar banyak hal secara alami.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain dan berekspresi. Melalui permainan, mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, sekaligus membangun kepercayaan diri,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Pene Utara Beri Dukungan
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan Kepala Desa Pene Utara, Ferandes Kefi. Ia menyambut baik kolaborasi WVI dan mahasiswa KKN Tematik Gentaskin yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di wilayahnya.
Menurutnya, permainan yang disiapkan panitia tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan.
Anak-anak diajak belajar bekerja sama, menjaga kekompakan, mengikuti aturan, serta menghargai teman. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Dua Hari Penuh Permainan dan Kreativitas
Pada hari pertama, anak-anak mengikuti berbagai permainan yang menguji ketangkasan dan kekompakan. Di antaranya lomba menggigit sendok sambil membawa kelereng, estafet gelang karet, serta permainan memasukkan pensil ke dalam botol.
Suasana semakin meriah dengan penampilan dance dari anak-anak yang disambut antusias oleh peserta, guru, orang tua, dan masyarakat yang hadir.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” yang diberikan oleh mahasiswa KKN Tematik Gentaskin.
Materi tersebut dikemas secara sederhana dan menarik agar mudah dipahami anak-anak. Setelah itu, peserta kelas 1–3 SD mengikuti kegiatan mewarnai sebagai ruang untuk menyalurkan kreativitas dan imajinasi.
Sementara itu, peserta lainnya mengikuti permainan estafet bola serta permainan membawa air di atas kain yang ditarik secara bersama-sama. Permainan tersebut menuntut peserta untuk saling berkoordinasi, menjaga keseimbangan, dan bekerja sebagai sebuah tim.
Bukan Sekadar Bermain, tetapi Menanamkan Nilai Kehidupan
Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut membuktikan bahwa perayaan Hari Anak Nasional bukan sekadar momentum seremonial. Di balik tawa dan kegembiraan anak-anak, terdapat pesan pendidikan yang kuat tentang pentingnya kerja sama, kreativitas, keberanian, kepedulian, dan kebersamaan.
Kolaborasi WVI dan mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Pene Utara menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap anak dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana namun bermakna.
Di tengah suasana penuh permainan dan keceriaan, anak-anak Pene Utara mendapatkan satu pesan penting: mereka berharga, mereka perlu dilindungi, dan mereka berhak memiliki masa depan yang lebih baik.
Perayaan HAN ke-42 di Pene Utara akhirnya bukan hanya meninggalkan kenangan berupa tawa dan kegembiraan, tetapi juga menanamkan harapan bahwa dari ruang-ruang bermain sederhana di desa dapat tumbuh generasi yang percaya diri, kreatif, peduli, dan mampu membangun masa depan.
WVI bersama mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Pene Utara telah menunjukkan bahwa ketika masyarakat bergandengan tangan untuk anak, maka masa depan pun sedang dipersiapkan sejak hari ini.
(MARTIN MTID)








