SoE, METROTIMORNEWS.ID— Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, secara resmi mendedikasikan Gereja Santa Maria Bunda Allah Besleu yang terletak di Kecamatan Fautmolo, Paroki St. Arnoldus Jansen dan Yoseph Freinademetz (Aryos) Niki-niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Perayaan dedikasi ini berlangsung pada Kamis, 31 Oktober 2025, bertepatan dengan penutupan bulan Rosario.
Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menekankan makna rohani dari dua peristiwa yang dirayakan pada hari tersebut.“Dua momen ini mengingatkan kita akan dua hal penting: rumah Tuhan dan hati yang berbelas kasih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Gereja bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga bangunan rohani tempat cinta dan belas kasih Allah hadir di tengah umat.“Gereja yang diberkati akan menjadi hidup jika umat-Nya juga hidup dan terbuka bagi siapa saja,” tegas Uskup Agung Kupang itu.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Pakaenoni juga mengajak umat untuk menimba kekuatan rohani dari rumah Tuhan dalam menghadapi tantangan hidup.“Walaupun ada banyak masalah hidup yang dihadapi, kita dapat menyelesaikannya dengan baik melalui pendedikasian Gereja ini,” katanya.
Ia pun mengutip sabda Tuhan kepada Petrus, “Di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja yang kokoh dan megah.”
Camat Fautmolo yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi Gereja baru ini. Ia menegaskan bahwa momen tersebut merupakan peristiwa iman yang penting bagi masyarakat.
Menurutnya, meski terdapat tiga agama besar di Kecamatan Fautmolo — Protestan, Katolik, dan Islam — masyarakat hidup dalam suasana rukun dan saling menghormati.
“Kami bangga karena toleransi di wilayah ini berjalan baik dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan kemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Laurentinus, selaku donatur utama pembangunan Gereja, menyampaikan harapannya agar keberadaan Gereja Santa Maria Bunda Allah Besleu dapat memperkuat semangat umat dalam beribadah serta mempererat hubungan antarumat beragama.
“Semoga umat semakin rajin berdoa, merawat rumah Tuhan ini dengan baik, dan membangun relasi yang harmonis dengan saudara-saudari dari agama lain,” ungkapnya.
Untuk diketahui, umat Gereja Santa Maria Bunda Allah Besleu terdiri dari 12 Kepala Keluarga (KK) — lima di antaranya adalah janda dan duda — sementara tujuh lainnya merupakan keluarga utuh. Meski jumlahnya kecil, berkat semangat, doa, dan bantuan dari para dermawan yang berbelaskasih, umat mampu membangun gedung gereja yang megah dan layak bagi tempat ibadah mereka.
(Albert Baunsele | Metrotimornews.id)








