Bupati se-NTT Kumpul di Larantuka, Bahas Pemangkasan Dana TKD

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FLORES TIMUR, METROTIMORNEWS.ID —
Gelombang reaksi dari para kepala daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menguat menyusul kebijakan fiskal nasional yang memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD). Para bupati menilai langkah pemerintah pusat itu dapat berdampak serius terhadap pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sebagai respons, seluruh bupati se-NTT dijadwalkan berkumpul di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada Kamis (6/11/2025). Pertemuan penting ini akan membahas arah kebijakan fiskal nasional, isu resentralisasi kewenangan, dan dampaknya terhadap otonomi daerah.

Acara yang digelar di Hotel Asa, Kelurahan Weri, Larantuka, itu akan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Kehadiran para kepala daerah ini disebut sebagai bentuk konsolidasi sikap terhadap kebijakan pusat yang dinilai mulai menggeser prinsip keadilan dan kemandirian fiskal daerah.

Bahas Otonomi Daerah dan Keadilan Fiskal

Para bupati sudah mulai tiba di Larantuka sejak Rabu (5/11/2025) untuk mengikuti seminar bertajuk “Revitalisasi Prinsip Keadilan dan Keberimbangan dalam Kebijakan Fiskal Nasional.” Seminar ini akan menjadi forum refleksi dan diskusi mendalam mengenai arah otonomi daerah di tengah dinamika kebijakan fiskal yang berubah.

Berdasarkan rundown acara dari Dinas Kominfo Flores Timur, kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, selaku tuan rumah.

Usai pembukaan, peserta akan memasuki sesi inti yang diisi oleh sejumlah pemateri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Materi pertama mengangkat tema:“Adakah Framework Baru Otonomi Daerah? Apakah Resentralisasi ‘Normal’ dalam Perspektif Otonomi Daerah, dan Bagaimana Rasionalitas di Baliknya?”

Sesi ini diharapkan dapat membuka pandangan para kepala daerah mengenai arah kebijakan pusat yang cenderung menguatkan kontrol terhadap daerah.

Fokus pada Dana TKD dan Arah APBD 2026

Sekitar pukul 10.20–10.50 WITA, pihak Kemendagri akan melanjutkan pemaparan mengenai keadilan hubungan keuangan antara pusat dan daerah, khususnya dalam konteks Dana Alokasi Umum (DAU) dan distribusi yang mempertimbangkan kapasitas fiskal setiap kabupaten.

Sesi berikutnya menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, yang akan menjelaskan kondisi terkini TKD tahun anggaran 2026 dan arah kebijakan penyusunan APBD 2026. Materi ini disebut menjadi salah satu yang paling ditunggu oleh para bupati, mengingat pemangkasan anggaran dinilai dapat menekan ruang fiskal daerah.

Dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), peserta akan mendapat paparan tentang standar pelayanan minimal (SPM) dan transformasi perekonomian NTT. Fokus diskusi diarahkan pada bagaimana daerah dapat mempertahankan kualitas layanan publik di tengah keterbatasan dana.

Strategi Daerah Hadapi Resentralisasi

Setelah jeda makan siang pukul 11.50–13.50 WITA, sesi akan dilanjutkan dengan pemaparan dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Apkasi akan memaparkan strategi bersama untuk memperkuat agregasi kepentingan daerah di tengah tren resentralisasi kebijakan yang semakin kuat.

Sebagai penutup, Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) akan menyampaikan fakta terkini mengenai pelaksanaan otonomi daerah serta evaluasi terhadap wacana resentralisasi yang muncul dalam kebijakan fiskal pemerintah pusat.

Pertemuan di Larantuka ini dipandang sebagai forum strategis untuk menyatukan sikap seluruh bupati NTT dalam memperjuangkankeadilan fiskal dan kemandirian daerah. Banyak pihak menilai, hasil dari pertemuan ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merumuskan langkah bersama menyikapi arah kebijakan nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan keadilan, para kepala daerah di NTT berharap agar suara dari ujung timur Indonesia ini dapat menjadi pesan moral bagi pemerintah pusat: bahwa pembangunan yang adil hanya dapat terwujud jika daerah diberi ruang untuk tumbuh secara mandiri dan berkeadilan.

(TIM/METROTIMORNEWS.ID)

Berita Terkait

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial
Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan
Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa
DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap
348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional
Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba
300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung
Mengabdi di Beranda Selatan NKRI, 33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Disambut Hangat Pemerintah Desa Rote Barat

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:45

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:07

Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:58

Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:33

DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:04

Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:12

300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:30

Mengabdi di Beranda Selatan NKRI, 33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Disambut Hangat Pemerintah Desa Rote Barat

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:32

Safari Flotim, Ahmad Yohan Salurkan Bantuan Rp3,41 Miliar

Berita Terbaru