KUPANG,METROTIMORNEWS. ID—
Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Pada Selasa, 18 November 2025, IAKN Kupang sukses menggelar kegiatan “Peningkatan Pendidikan Berbasis Sekolah Ramah Anak” di SD Bertingkat Naikoten 1, dengan fokus utama pada isu penting: anti-bullying.
Sebanyak 86 peserta didik kelas VI mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga aktif berdiskusi dan terlibat dalam simulasi praktik anti-bullying yang dirancang untuk membantu mereka mengenali, mencegah, dan menyikapi tindakan perundungan.
Ketua panitia, Nofriana Baun, M.Pd.K., atau akrab disapa Novy Baun, menegaskan bahwa program ramah anak dan anti-bullying bukan sekadar bagian dari kegiatan kampus, melainkan fondasi penting dalam mendukung visi besar kampus untuk mewujudkan ASTA CITA
“Ini adalah langkah krusial untuk membangun mentalitas anak-anak sebagai generasi penerus. Pendidikan ramah anak harus dimulai sedini mungkin,” ujarnya penuh semangat.
Kehadiran tim IAKN Kupang pun disambut hangat oleh Kepala SD Bertingkat Naikoten 1, Marthina Amaral, S.Pd.“Kami sangat senang dan berterima kasih atas edukasi ini. Materi yang diberikan sangat menolong anak-anak, khususnya kelas VI, agar lebih memahami dan mencegah praktik bullying di sekolah,” tutur Marthina.
Sebagai narasumber utama, Yuvine M.C. Noach, M.Si., menyampaikan materi bertema “Menguatkan Karakter Anak SD dengan Pendekatan Psikologi untuk Mencegah Tindakan Anti-Bullying.” Pendekatan psikologis yang ia hadirkan membantu siswa memahami dampak jangka panjang bullying, sekaligus mengajarkan pentingnya empati, komunikasi positif, dan keberanian untuk melapor.
Momen paling ditunggu para siswa adalah Panggung Boneka yang dibawakan oleh Delmi Potdon. Dengan boneka-boneka ceria dan dialog interaktif, pesan anti-bullying disampaikan secara ringan, menyenangkan, dan mudah dicerna oleh anak-anak. Pendekatan kreatif ini terbukti efektif menarik perhatian sekaligus menanamkan nilai moral pada peserta didik
Inisiatif yang digagas IAKN Kupang ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas intimidasi, lebih inklusif, serta mendukung tumbuh kembang optimal setiap peserta didik.
Dengan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, tercipta harapan besar bahwa gerakan sekolah ramah anak dapat terus meluas dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.
Martin







