Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan, PAUD Damsyik Teti Terus Mendidik Generasi Desa Oeleu

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TOIANAS,METROTIMORNEWS
ID–Semangat belajar yang tinggi terlihat dari para siswa PAUD Damsyik Teti yang berlokasi di Desa Oeleu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana, semangat para peserta didik dan tenaga pendidik tidak pernah surut dalam menjalani proses belajar mengajar setiap hari.

Saat ini, PAUD Damsyik Teti memiliki 20 siswa yang dibimbing oleh tiga orang guru. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam kondisi yang sederhana, bahkan gedung belajar yang digunakan masih beratapkan daun dan memiliki fasilitas yang sangat terbatas. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi tekad para guru untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini di wilayah tersebut.

Pengelola PAUD Damsyik Teti, Anaci Letuna, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut didirikan pada 2 Mei 2021. Pada awal berdirinya, PAUD ini memiliki 18 siswa yang berasal dari dua dusun, yakni Dusun Teti dan Dusun Oeleu, dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak tiga orang.

Menurut Anaci, motivasi mendirikan PAUD Damsyik Teti berawal dari pengalamannya membantu mengajar di TK Negeri Oeleu. Saat itu, ia harus mengantar anak-anak dari Dusun Teti menuju Oeleu yang jaraknya cukup jauh.

“Waktu itu saya membantu mengajar di TK Negeri Oeleu. Setiap pagi saya harus membawa anak-anak dari Teti ke Oeleu. Karena jaraknya cukup jauh, Kepala Sekolah TK Negeri Oeleu merekomendasikan agar dibuka PAUD di Dusun Teti. Ketika gagasan itu saya sampaikan kepada masyarakat, para orang tua memberikan dukungan penuh sehingga kami mendirikan PAUD ini secara swadaya,” ungkap Anaci.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini fasilitas pembelajaran masih sangat terbatas. Untuk mendukung proses belajar mengajar, para guru memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran edukatif. Bantuan dari pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) memang ada, namun masih belum mencukupi seluruh kebutuhan lembaga.

“Karena keterbatasan fasilitas, kami banyak menggunakan bahan alami dan pendekatan bahasa lokal dalam pembelajaran agar anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan,” tambahnya.

Meski berada dalam kondisi sederhana, PAUD Damsyik Teti terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan ramah bagi anak-anak. Keceriaan para siswa yang setiap hari datang belajar menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh ketulusan para guru dan dukungan masyarakat.

Anaci berharap ke depan PAUD Damsyik Teti dapat memperoleh bantuan pembangunan gedung belajar yang lebih layak agar proses pendidikan dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan aman.

“Harapan kami, jika Tuhan berkenan, suatu saat nanti PAUD Damsyik Teti dapat memiliki gedung belajar yang permanen dan memadai untuk menunjang pendidikan anak-anak di sini,” harapnya.

Pada Kamis (4/6/2026), suasana belajar di PAUD Damsyik Teti semakin istimewa dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Polsek Amanatun Utara, Markus Radja Dju, yang datang untuk memberikan motivasi kepada para siswa dan guru. Kehadirannya disambut hangat oleh seluruh warga sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Markus mengajak anak-anak untuk rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, serta terus mengejar cita-cita sejak usia dini. Ia juga memberikan semangat kepada para guru agar tetap konsisten dalam mengabdikan diri demi mencerdaskan generasi penerus bangsa meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan.

PAUD Damsyik Teti menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat tumbuh dan berkembang dari semangat gotong royong masyarakat. Di balik bangunan sederhana yang beratapkan daun, tersimpan mimpi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa perubahan bagi masa depan Desa Oeleu.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Dari ruang belajar sederhana di Dusun Teti, harapan besar sedang ditanamkan untuk melahirkan generasi emas yang akan membangun Timor Tengah Selatan di masa mendatang.”

(Martin Knaufmone)

Berita Terkait

35 Mahasiswa IAKN Kupang Gelar PKM di GMIT Elim Besnake, Hadirkan Edukasi Iman dan Kreativitas bagi Jemaat
Memulai Tugas Baru di Tanah Marapu, Iptu Parwata Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba
Sah Dilantik, Iptu Parwata Nahkodai Satresnarkoba Polres Sumba Timur
GMIT Menggelama Juara I Lomba Paduan Suara Gerejawi HUT ke-66 GMIT Imanuel Nemberala
Videotron Milik Pemda Flores Timur Kembali Off, Kominfo Sebut Terkendala Anggaran Listrik
Semarak Hari Lahir Pancasila, IAKN Kupang Gelar Beragam Lomba Bertema “Beta Cinta Pancasila, Beta Cinta IAKN Kupang”
SMA Katolik FQI Kefamenanu Gelar SAS Berbasis Android, Dorong Siswa Melek Teknologi
Kapolres Flores Timur Dorong Rekonsiliasi dan Persatuan dalam Sarasehan Konflik Komunal Adonara

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:42

35 Mahasiswa IAKN Kupang Gelar PKM di GMIT Elim Besnake, Hadirkan Edukasi Iman dan Kreativitas bagi Jemaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:00

Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan, PAUD Damsyik Teti Terus Mendidik Generasi Desa Oeleu

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:14

Memulai Tugas Baru di Tanah Marapu, Iptu Parwata Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:34

Sah Dilantik, Iptu Parwata Nahkodai Satresnarkoba Polres Sumba Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:20

GMIT Menggelama Juara I Lomba Paduan Suara Gerejawi HUT ke-66 GMIT Imanuel Nemberala

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:30

Semarak Hari Lahir Pancasila, IAKN Kupang Gelar Beragam Lomba Bertema “Beta Cinta Pancasila, Beta Cinta IAKN Kupang”

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:11

SMA Katolik FQI Kefamenanu Gelar SAS Berbasis Android, Dorong Siswa Melek Teknologi

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:51

Kapolres Flores Timur Dorong Rekonsiliasi dan Persatuan dalam Sarasehan Konflik Komunal Adonara

Berita Terbaru