KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Sebanyak 35 mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Program Studi Pendidikan Agama Kristen Kelas B Semester VI, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Jemaat GMIT Elim Besnake pada 23–24 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut disambut antusias oleh jemaat dan masyarakat setempat. Melalui berbagai program edukatif, rohani, dan sosial, para mahasiswa menghadirkan pelayanan yang bertujuan memperkuat iman jemaat sekaligus membangun karakter generasi muda gereja.
PKM ini merupakan implementasi dari mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik pelayanan langsung di tengah masyarakat.
Dosen pengampu mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan, Dr. Cristofel Saetban, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengembangkan kepekaan sosial dan spiritual.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir untuk melayani, berbagi pengetahuan, dan bertumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Di bawah pendampingan dan arahan Dr. Cristofel Saetban, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan memberikan dampak positif bagi jemaat.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah diskusi pemuda bertema “Tertanam di Dalam Kristus” yang dipandu mahasiswa Shedon Saputra Malelak. Mengacu pada Kolose 2:6, ia mengajak para pemuda untuk membangun kehidupan yang berakar kuat dalam Kristus melalui iman, ketaatan, dan ketekunan dalam firman Tuhan.
Selain diskusi pemuda, mahasiswa Sindi Nubatonis dan Seprianti Tanesab menghadirkan pertunjukan panggung boneka kreatif bertajuk “Tim Jagoan Yesus: Belajar Firman-Nya, Berbagi Kasih-Nya, Kompak Bersama.” Pertunjukan yang terinspirasi dari Kolose 2:7 itu dikemas secara menarik dan edukatif untuk anak-anak Sekolah Minggu.
Melalui tokoh boneka Tio, Sisi, dan Beni, anak-anak diajak memahami bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada kemampuan fisik, melainkan pada iman yang kokoh kepada Tuhan. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya hidup berakar dalam firman Tuhan agar tetap teguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Tak hanya itu, pertunjukan tersebut juga menanamkan nilai kasih, kepedulian, serta semangat kebersamaan. Anak-anak diajak memahami bahwa menjadi “Jagoan Yesus” berarti rajin belajar firman Tuhan, gemar berbagi kepada sesama, dan hidup dalam persaudaraan yang harmonis.
Kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa IAKN Kupang dalam menghadirkan pelayanan yang relevan, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan jemaat tidak hanya mempererat hubungan antara kampus dan gereja, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik dan pelayan yang berintegritas.
Dengan semangat melayani dan berbagi, para mahasiswa berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama kegiatan dapat terus bertumbuh dalam kehidupan jemaat, khususnya anak-anak dan pemuda, sehingga semakin berakar kuat di dalam Kristus dan menjadi berkat bagi sesama.
Penulis: Martin Knaufmone
Editor: Metro Timor News







