KUPANG, Metrotimornews.id —Program Studi (Prodi) Kepemimpinan Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi pemimpin muda yang berkarakter. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Imitatio Christi (Meneladani Kristus) dalam Kepemimpinan Remaja”, tim dosen Prodi Kepemimpinan Kristen mengadakan pelatihan intensif bagi para siswa di Sekolah Menengah Agama Kristen Negeri (SMAKN) Kupang pada 16–17 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 91 siswa dan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar kuat pada spiritualitas Kristiani—bahwa kepemimpinan sejati bukan soal kekuasaan, melainkan tentang pelayanan, kasih, dan kerendahan hati.
Ketua Tim PKM, Yusmina Eliseba Hauoni, Ph.D., menegaskan bahwa konsep Imitatio Christi merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter pemimpin remaja.
“Kami ingin menolong remaja Kristen memahami bahwa menjadi pemimpin berarti meneladani Kristus—rendah hati, penuh kasih, dan siap melayani. Spiritualitas ini akan membentuk pemimpin yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang secara rohani,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta mengikuti beragam sesi, termasuk seminar, praktik doa reflektif Examen, hingga kegiatan empati dan pelayanan Kristiani. Beberapa materi yang disampaikan antara lain:
- Mengenal Imitatio Christi
- Spiritualitas Inklusif dalam Kepemimpinan
- Praktik Doa dan Refleksi Examen
- Empati dan Toleransi dalam Kepemimpinan
- Semangat Pelayanan Kristiani
Kegiatan ini dipandu oleh tim dosen: Soleman Baun, M.Pd.K.; Melly P. Dethan, M.Th.; Melty Fomeni, M.Pd.K.; dan Andri Siki. Selain itu, Pdt. Lucia Bilik, M.Th., hadir sebagai narasumber utama yang membawakan materi sentral mengenai Imitatio Christi.
Antusiasme Tinggi dan Perubahan Sikap
Para siswa menunjukkan respons positif dan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Sesi doa Examen disebut menjadi salah satu momen paling berkesan, mengajak siswa merenungi kehadiran Tuhan dalam keseharian mereka.
“Saya belajar bahwa jadi pemimpin bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana saya bisa menjadi teladan dan membantu teman yang membutuhkan,” tutur Maria Nona, salah satu peserta.
Pihak sekolah memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
Amedniada Haekase, M.Pd.K., Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, mengatakan:
“PKM ini sangat membantu kami dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Pendekatan Imitatio Christi memberikan pemahaman baru tentang bagaimana menjadi pemimpin yang melayani. Kami melihat perubahan sikap dan antusiasme siswa setelah sesi refleksi.
”Komitmen Membangun Generasi Transformasional
Menutup kegiatan, anggota tim PKM Soleman Baun, M.Pd.K., menegaskan kembali komitmen Prodi Kepemimpinan Kristen dalam membina remaja sebagai pemimpin masa depan.
“Remaja adalah generasi penerus. Jika mereka dibentuk dengan nilai-nilai Kristus, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak penuh kasih dan empati,” ungkapnya.
PKM ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperlihatkan kontribusi IAKN Kupang dalam mencetak generasi muda Kristen yang berdaya, berkarakter, dan siap menghadirkan transformasi positif bagi Nusa Tenggara Timur.
Reporter: Martin Knaufmone







