Aksi Nyata Iman! Mahasiswa IAKN Kupang Gelar Bersih Pantai, Wujudkan Ekoteologi untuk Bumi Lestari

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa BKK, Sosiologi Agama, dan Misiologi berkolaborasi dalam kegiatan PKM di Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur, Kota Kupang (Minggu, 7 Desember 2025), mengusung tema *“Ekoteologi Aksi: Bersih Pantai sebagai Aksi Iman untuk Bumi Lestari.

Mahasiswa BKK, Sosiologi Agama, dan Misiologi berkolaborasi dalam kegiatan PKM di Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur, Kota Kupang (Minggu, 7 Desember 2025), mengusung tema *“Ekoteologi Aksi: Bersih Pantai sebagai Aksi Iman untuk Bumi Lestari.

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Iman tidak hanya diekspresikan melalui ritual di dalam gedung gereja, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata menjaga keutuhan ciptaan. Prinsip inilah yang diimplementasikan oleh dosen dan mahasiswa Semester I Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis ekoteologi aksi.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi unggulan, yakni Bimbingan Konseling Kristen (BKK), Sosiologi Agama, dan Misiologi. PKM kolaboratif tersebut dilaksanakan pada Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur, Kota Kupang, dengan mengusung tema “Ekoteologi Aksi: Bersih Pantai sebagai Aksi Iman untuk Bumi Lestari.”

Keg

Mahasiswa BKK, Sosiologi Agama, dan Misiologi berkolaborasi dalam kegiatan PKM di Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur, Kota Kupang (Minggu, 7 Desember 2025), mengusung tema *“Ekoteologi Aksi: Bersih Pantai sebagai Aksi Iman untuk Bumi Lestari.

iatan ini merupakan implementasi langsung dari pemahaman mahasiswa terhadap konsep ekoteologi, yakni kajian teologis yang menempatkan relasi manusia dan alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Sinergi antar-disiplin ilmu tampak nyata melalui penggabungan landasan teologis BKK, analisis sosial dari Sosiologi Agama, serta pendekatan pelayanan transformatif dalam Misiologi.

Dosen pengampu Mata Kuliah Ekoteologi NTT, Amelia Wila, S.Si.-Teol., M.Si., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada konteks sosial jemaat setempat.“Ekoteologi NTT mengajarkan bahwa mengelola alam adalah tugas iman sebagai ciptaan Tuhan, bukan sekadar urusan lingkungan. Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur sangat relevan karena sebagian besar jemaatnya berprofesi sebagai nelayan dan pedagang di kawasan pesisir Oesapa. Anak-anak muda di sini sudah memiliki budaya gotong royong dan kesadaran ekologis yang kami pelajari secara teoritis di kelas,” ungkap Amelia.

Rangkaian PKM diawali dengan kegiatan advokasi lingkungan berbasis ekoteologi, yang bertujuan menyuarakan isu kerusakan lingkungan pesisir dengan pendekatan nilai-nilai spiritual dan etika iman Kristen.

Puncak kegiatan ditandai dengan aksi bersih-bersih massal di Pantai Warna Oesapa. Mahasiswa, dosen, serta jemaat bergerak bersama membersihkan sampah yang mencemari kawasan pantai, sebagai wujud nyata komitmen iman yang diterjemahkan ke ruang publik.“Kami bangga melihat mahasiswa dari Bimbingan Konseling Kristen, Sosiologi Agama, dan Misiologi mampu mengintegrasikan keilmuan mereka untuk menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat,” tambah Amelia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh praktik ekoteologi yang tidak berhenti pada tataran wacana akademik.

Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap PKM berbasis ekoteologi aksi dapat menjadi model inspiratif bagi komunitas pesisir lain di Nusa Tenggara Timur yang menghadapi persoalan serius berupa degradasi lingkungan dan penumpukan sampah.

Respons positif datang dari jemaat muda GMIT Nazaret Oesapa Timur. Selain terlibat aktif dalam aksi bersih pantai, mereka juga menyatakan komitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan menjaga kebersihan lingkungan dan kawasan pesisir Oesapa.

Kegiatan PKM ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari penghayatan iman, sebagai wujud kasih kepada Tuhan, sesama manusia, dan seluruh ciptaan.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta
Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara
Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter
YNS Apresiasi Prestasi Hanny Babys, Offroader Putri Asal TTS yang Harumkan Nama NTT di Pentas Nasional
Zikir dan Doa Kebangsaan Awali Rangkaian HUT ke-81 RI, Pimpinan IAKN Kupang Teguhkan Komitmen Merawat Kerukunan Bangsa
Peletakan Batu Pertama Warnai HUT ke-79 GMIT Imanuel Kuatnana, Tonggak Baru Pelayanan dan Iman Jemaat
Sat Resnarkoba Perketat Pengawasan di Pelabuhan Waingapu
PLH SEKDA NTT: “JANGAN LUPAKAN ALMAMATER” – HUT SDK YASWARI 3 NIKI-NIKI JADI TELADAN SEKOLAH LAIN

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:49

Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:36

Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:33

Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:18

YNS Apresiasi Prestasi Hanny Babys, Offroader Putri Asal TTS yang Harumkan Nama NTT di Pentas Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:50

Peletakan Batu Pertama Warnai HUT ke-79 GMIT Imanuel Kuatnana, Tonggak Baru Pelayanan dan Iman Jemaat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:04

Sat Resnarkoba Perketat Pengawasan di Pelabuhan Waingapu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:36

PLH SEKDA NTT: “JANGAN LUPAKAN ALMAMATER” – HUT SDK YASWARI 3 NIKI-NIKI JADI TELADAN SEKOLAH LAIN

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:11

Tolak RALB Sepihak, Manajemen Kopdit Swasti Sari Tegaskan Agenda 1 Agustus 2026 Tidak Sah dan Bertentangan dengan AD/ART

Berita Terbaru