KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Iman tidak hanya diekspresikan melalui ritual di dalam gedung gereja, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata menjaga keutuhan ciptaan. Prinsip inilah yang diimplementasikan oleh dosen dan mahasiswa Semester I Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis ekoteologi aksi.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi unggulan, yakni Bimbingan Konseling Kristen (BKK), Sosiologi Agama, dan Misiologi. PKM kolaboratif tersebut dilaksanakan pada Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur, Kota Kupang, dengan mengusung tema “Ekoteologi Aksi: Bersih Pantai sebagai Aksi Iman untuk Bumi Lestari.”
Keg

iatan ini merupakan implementasi langsung dari pemahaman mahasiswa terhadap konsep ekoteologi, yakni kajian teologis yang menempatkan relasi manusia dan alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Sinergi antar-disiplin ilmu tampak nyata melalui penggabungan landasan teologis BKK, analisis sosial dari Sosiologi Agama, serta pendekatan pelayanan transformatif dalam Misiologi.
Dosen pengampu Mata Kuliah Ekoteologi NTT, Amelia Wila, S.Si.-Teol., M.Si., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada konteks sosial jemaat setempat.“Ekoteologi NTT mengajarkan bahwa mengelola alam adalah tugas iman sebagai ciptaan Tuhan, bukan sekadar urusan lingkungan. Gereja GMIT Nazaret Oesapa Timur sangat relevan karena sebagian besar jemaatnya berprofesi sebagai nelayan dan pedagang di kawasan pesisir Oesapa. Anak-anak muda di sini sudah memiliki budaya gotong royong dan kesadaran ekologis yang kami pelajari secara teoritis di kelas,” ungkap Amelia.
Rangkaian PKM diawali dengan kegiatan advokasi lingkungan berbasis ekoteologi, yang bertujuan menyuarakan isu kerusakan lingkungan pesisir dengan pendekatan nilai-nilai spiritual dan etika iman Kristen.
Puncak kegiatan ditandai dengan aksi bersih-bersih massal di Pantai Warna Oesapa. Mahasiswa, dosen, serta jemaat bergerak bersama membersihkan sampah yang mencemari kawasan pantai, sebagai wujud nyata komitmen iman yang diterjemahkan ke ruang publik.“Kami bangga melihat mahasiswa dari Bimbingan Konseling Kristen, Sosiologi Agama, dan Misiologi mampu mengintegrasikan keilmuan mereka untuk menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat,” tambah Amelia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh praktik ekoteologi yang tidak berhenti pada tataran wacana akademik.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap PKM berbasis ekoteologi aksi dapat menjadi model inspiratif bagi komunitas pesisir lain di Nusa Tenggara Timur yang menghadapi persoalan serius berupa degradasi lingkungan dan penumpukan sampah.
Respons positif datang dari jemaat muda GMIT Nazaret Oesapa Timur. Selain terlibat aktif dalam aksi bersih pantai, mereka juga menyatakan komitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan menjaga kebersihan lingkungan dan kawasan pesisir Oesapa.
Kegiatan PKM ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari penghayatan iman, sebagai wujud kasih kepada Tuhan, sesama manusia, dan seluruh ciptaan.
Reporter: Martin Knaufmone








