Kupang,Metrotimornews.id– Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat di Kota Kupang setelah Praka Satria Tino Taopan, anggota TNI Angkatan Darat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas negara di Papua Pegunungan.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, di Kampung Yomugaru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, ketika pasukan tengah melakukan pengamanan di wilayah rawan konflik.
Almarhum, yang dikenal sebagai prajurit berdedikasi tinggi, menjabat Praka di Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan dan merupakan putra dari pasangan Dominggus Taopan dan Dorkas Yohana dari Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Kenangan Terakhir dan Pesan Keluarga
Di rumah duka, ayah almarhum, Dominggus Taopan, mengenang percakapan terakhirnya dengan Satria saat Natal 25 Desember 2025. Dalam telepon itu, Satria menyampaikan rencana masa depan:
“Bapak dan mama harus ketemu orang tua calon istri. Rencana nikah bulan Juni 2026.”
Rencana bahagia itu berubah menjadi duka mendalam ketika kabar gugurnya putra sulung mereka tiba. Dominggus terlihat terpukul dan tak kuasa menahan kesedihan di rumah duka. (Timex Kupang)
Karier dan Perjalanan Hidup
Praka Satria Tino Taopan, 29 tahun, dikenal sejak kecil bercita-cita menjadi prajurit. Ia lulus menjadi anggota TNI AD pada 2018 setelah mengikuti seleksi berkali-kali, menunjukkan semangat pantang menyerah dalam mewujudkan impiannya.
Rekan-rekan dan keluarga mengingatnya sebagai sosok yang mudah bergaul, ramah, dan pekerja keras. Dedikasinya juga membawa dirinya terlibat dalam berbagai tugas, termasuk operasi pengamanan di daerah konflik.

Kedatangan Jenazah dan Prosesi Pemakaman
Jenazah Praka Satria Taopan tiba di rumah duka di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, disambut oleh isak tangis keluarga, kerabat dan pelayat yang memberikan penghormatan terakhir.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Darmaloka, Kota Kupang, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa.
Reaksi Masyarakat dan Pihak Militer
Keluarga, kerabat, dan masyarakat setempat menyatakan duka yang mendalam, mengenang almarhum sebagai pahlawan yang berani mempertaruhkan nyawa demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pihak militer juga memberikan penghormatan, menyebut gugurnya Praka Satria sebagai pengorbanan besar dalam tugas negara.
***








