Rote Ndao, Metrotimornews.id – Suasana penuh sukacita dan khidmat mewarnai ibadah di Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Syalom Mokdale, Klasis Lobalain, pada Minggu, 12 April 2026. Sebanyak 36 calon sidi resmi diteguhkan sebagai anggota sidi baru dalam prosesi sakramen yang berlangsung tertib dan penuh makna.
Ibadah pengukuhan dipimpin oleh Untung Setiawan, S.Th., yang dalam khotbahnya mengangkat tema: “Diyakinkan untuk memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa.”
Dalam penyampaiannya, Pdt. Untung menegaskan bahwa pendidikan Kristen tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan semata, melainkan juga pembentukan moral, hati, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip pemikiran tokoh Kristen abad ke-20 di Amerika yang menekankan pentingnya keseimbangan antara iman dan perbuatan.

Seremonial penabisan sidi, salah satu anggota sidi baru menerima berkat dari Pdt. Untung Setiawan, S. Th pada Minggu, 12 April 2026, di Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Syalom Mokdale.
Lebih lanjut, ia mengisahkan perjalanan iman para murid Yesus Kristus yang awalnya diliputi keraguan saat menyaksikan kebangkitan-Nya. Untuk meyakinkan mereka bahwa Ia bukan sekadar roh atau hantu, Yesus bahkan meminta makanan sebagai bukti nyata kebangkitan-Nya. Peristiwa tersebut menjadi dasar iman bahwa Mesias telah hadir untuk menyelamatkan umat manusia.
Para anggota sidi yang telah diteguhkan diingatkan akan tanggung jawab besar yang kini mereka emban, baik secara moral maupun spiritual. Sebelum pengukuhan, mereka telah melalui proses pembelajaran katekisasi yang mencakup teori dan praktik kehidupan sebagai jemaat yang misioner.
“Menjadi orang Kristen adalah keputusan yang tepat. Karena itu, jangan lagi berpaling ke kepercayaan lain hanya karena tekanan situasi hidup,” tegas Pdt. Untung di hadapan jemaat.
Ia juga menambahkan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi “surat hidup” yang mencerminkan kasih dan pengorbanan Yesus. Komitmen dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan menjadi kunci agar kehidupan memiliki makna yang sejati.
Ibadah pengukuhan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi para anggota sidi baru, tetapi juga pengingat bagi seluruh jemaat akan panggilan iman untuk terus bertumbuh dan menjadi terang di tengah dunia. (*metrotimornews.id)








