KUALIN, Metrotimornews.id – Program Studi Kepemimpinan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Transformasi Pelaku UMKM: Dari Praktisi Menjadi Pemimpin yang Berdaya dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 18 September 2025, di Desa Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan diikuti puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Acara menghadirkan dua narasumber ahli yang membawakan materi penting dari perspektif kepemimpinan dan keunggulan operasional untuk mendukung pengembangan UMKM.
Transformasi Mindset dari Pelaku ke Pemimpin
Drs. Yakobus Kleden, M.M., membuka sesi dengan paparan berjudul “Transformasi Pelaku Menjadi Pemimpin: Membangun UMKM Berkelanjutan”. Ia menekankan perbedaan mendasar antara pelaku usaha yang terlibat langsung dalam operasional harian dengan pemimpin yang fokus pada visi serta strategi jangka panjang.
“Seorang pelaku usaha cenderung bekerja di dalam bisnis, menyelesaikan semua masalah sendiri. Sedangkan pemimpin bekerja pada bisnis dengan memberdayakan tim dan membangun sistem agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan bahkan tanpa kehadirannya secara langsung,” jelas Yakobus.
Beberapa kunci transformasi yang disampaikan meliputi pengembangan mindset kepemimpinan, pendelegasian tugas, penyusunan sistem prosedur terdokumentasi, serta berpikir visioner dan strategis.

Standar Kebersihan sebagai Pondasi Kesuksesan UMKM
Sesi berikutnya diisi oleh Jacklin Rossy Natalia Mboeik, instruktur bersertifikasi BNSP dari LPK & LKP Berdaya, dengan materi “HIGIENIS 360°: Standar Kebersihan Rumah, Tempat Usaha & Lingkungan”. Jacklin menegaskan bahwa penerapan standar kebersihan atau Good Manufacturing Practices (GMP) adalah investasi jangka panjang yang penting bagi UMKM.
“Higienis hari ini, sukses selamanya. Produk yang aman, bersih, dan konsisten akan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Materi mencakup pentingnya GMP, pilar-pilar kebersihan, identifikasi dan pencegahan bahaya bakteri seperti E. coli dan Salmonella, serta mitos dan fakta seputar kebersihan dalam usaha.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias. Para peserta, mayoritas pelaku UMKM di bidang pangan dan tenun, mengaku mendapat wawasan baru yang aplikatif untuk pengembangan usaha mereka.
Program ini merupakan wujud komitmen IAKN Kupang, khususnya Prodi Kepemimpinan Kristen, dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi melalui pemberdayaan masyarakat. Diharapkan ilmu yang diperoleh mampu memicu transformasi UMKM di Desa Kualin untuk naik kelas dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.
(*tim)








