Rote Ndao, Metrotimornews.id —
Hamparan lahan tambak garam di perbatasan Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko kini menjadi daya tarik baru bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan timur Pulau Rote. Berdasarkan pantauan Metrotimornews.id pada Minggu, 8 November 2025, area tambak garam yang tengah dalam proses pembangunan ini mulai ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati panorama unik perpaduan antara laut, daratan, dan aktivitas industri garam.
Beberapa warga dari Rayon Mokdale Selatan yang melakukan perjalanan wisata ke kawasan Laut Mati dan Mulut Seribu—yang dikenal juga dengan sebutan Lokanamon—menyempatkan diri untuk singgah dan berfoto di area tambak garam. Latar belakang ekskavator, hamparan tanah putih, serta garis pantai yang membentang menciptakan pemandangan yang tak biasa.
Salah satu pengunjung asal Kelurahan Mokdale, Anderias, mengaku kagum dengan pemandangan di kawasan tersebut.
“Indah sekali. Rasanya seperti melihat perpaduan antara keindahan alam dan pembangunan yang membawa harapan baru,” ujarnya sambil tersenyum setelah berswafoto bersama keluarganya.
Pembangunan tambak garam yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini direncanakan akan menyerap hingga 26 ribu tenaga kerja, baik dari kalangan lokal maupun tenaga profesional. Kehadiran proyek besar ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Rote Timur dan Landu Leko.
Menurut Johhanis, warga Desa Daima, Kecamatan Landu Leko, keberadaan tambak garam membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.

“Sekarang kami bisa berjualan pangan lokal di sekitar lokasi tambak. Banyak orang datang berkunjung, jadi pendapatan kami meningkat,” tuturnya penuh syukur.
Selain menjadi kawasan industri strategis, tambak garam Landu Leko juga mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati panorama alam yang menawan, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatan garam yang merupakan salah satu komoditas andalan daerah.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat memanfaatkan potensi ini dengan mengintegrasikan konsep wisata edukatif berbasis industri garam, sehingga selain memperkuat sektor ekonomi, kawasan ini juga dapat menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda tentang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dengan keindahan alami dan geliat ekonomi yang mulai tumbuh, tambak garam Landu Leko kini bukan hanya simbol pembangunan, tetapi juga cermin semangat masyarakat Rote Ndao untuk maju bersama alam dan kearifan lokalnya.
(***)








