Rote Ndao,Metrotimornews.id– Siapa sangka, di ujung selatan Indonesia, tepatnya di Desa Durendale, Kecamatan Landu Leko, tersimpan sebuah keajaiban alam yang langka: sebuah perairan yang dikenal masyarakat dengan nama Laut Mati. Uniknya, di tempat ini air asin berada di lapisan atas, sementara di bawahnya mengalir air tawar yang menjadi rumah bagi ikan-ikan air tawar. Fenomena alam ini menjadikan Laut Mati di Durendale sebagai salah satu destinasi wisata paling unik di Kabupaten Rote Ndao.
Pada Minggu, 8 November 2025, rombongan dari Rayon Mokdale Selatan berkesempatan mengunjungi lokasi wisata tersebut. Cuaca cerah dan hembusan angin laut menambah suasana tenang di sekitar kawasan ini. Dari kejauhan, hamparan airnya tampak berkilau keperakan, memantulkan langit biru khas pesisir selatan Rote.
Pemerintah daerah diketahui telah membangun sejumlah fasilitas pendukung di kawasan wisata ini, seperti jalan akses, area parkir, serta bangunan cottage sederhana bagi pengunjung yang ingin bersantai.

Namun, sayangnya, beberapa fasilitas mulai menunjukkan tanda-tanda kurang terawat. Sejumlah kaca pada bangunan cottage tampak pecah, diduga akibat kurangnya kesadaran pengunjung dan warga sekitar dalam menjaga aset wisata tersebut.
Salah satu pengunjung, sebut saja Adios, menyampaikan harapannya agar pemerintah desa dapat mengambil langkah tegas untuk menjaga kelestarian kawasan wisata itu.
“Tempat ini unik sekali. Sayang kalau tidak dijaga. Kami berharap pemerintah desa bisa buat peraturan agar masyarakat turut menjaga bangunan dan kebersihan di sini,” ujarnya.
Adios juga menambahkan, kesadaran pengunjung sangat penting agar Laut Mati Durendale tetap menjadi daya tarik wisata andalan Kabupaten Rote Ndao.
“Bukan hanya pemerintah yang harus peduli, tapi kita semua juga harus ikut menjaga. Karena keindahan dan keunikan alam di sini tidak bisa ditemukan di tempat lain,” tambahnya.
Meski masih butuh pembenahan dari segi pengelolaan, Laut Mati Durendale tetap menawarkan pesona yang memikat. Perpaduan antara fenomena alam yang langka, keindahan lanskap pesisir, dan keramahan warga lokal membuat destinasi ini layak masuk daftar kunjungan wisata alam di Nusa Tenggara Timur.
(***)








