LEWOLEBA, METROTIMORNEWS.ID– Kabupaten Lembata kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal. Hal ini ditandai dengan peresmian Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Longser SPPG 02 Nubatukan, yang berlangsung pada Senin, 10 November 2025.
Peresmian dapur MBG ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, termasuk unsur Forkopimda, jajaran pemerintahan, dan tokoh masyarakat.
Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai, secara simbolis melepas balon ke udara dan mobil MBG yang akan mengantarkan makanan bergizi ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Kehadiran Wakil Bupati H. Muhamad Nasir turut menambah semangat dan dukungan terhadap program ini.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Garuda Bakti Flores atas inisiatif pendirian Dapur MBG Longser. Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan manusia melalui pengentasan gizi buruk dan stunting, serta mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui.

“Kami menyambut baik kehadiran dapur MBG Longser ini untuk bersama-sama memastikan generasi penerus kita mendapat asupan gizi yang cukup, sehat, dan seimbang, agar mereka mampu tumbuh menjadi generasi emas Lembata dan Indonesia di masa depan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pengelola dapur MBG agar senantiasa menjaga kualitas makanan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari pelayanan, gizi, bahan baku, hingga proses distribusi.
Selain berfokus pada peningkatan gizi anak, program MBG juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Melalui dapur ini, pemerintah berharap dapat menyerap tenaga kerja lokal, melibatkan UMKM, serta memberdayakan petani lokal untuk memasok bahan pangan bergizi.
“Mari kita jadikan dapur MBG sebagai gerakan bersama demi generasi yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” pungkas Bupati.
Sebelum acara peresmian, Asisten III Mans Wutun bersama unsur Forkopimda telah meninjau kesiapan dapur MBG Longser. Dari hasil peninjauan, dapur ini dinyatakan memenuhi standar operasional dan ketentuan dari BGN.
Saat ini, Dapur MBG Longser telah mempekerjakan 50 tenaga kerja lokal, mayoritas dari kalangan ibu rumah tangga, serta tiga tenaga ahli dari Badan Gizi Nasional. Dapur ini melayani sekitar 1.206 penerima manfaat dari berbagai sekolah dan posyandu, di antaranya TK Dominika, SDI I Waikomo, SDI II Waikomo, SMAN II Nubatukan, dan Posyandu setempat.
Dengan beroperasinya dapur MBG Longser, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kabupaten Lembata yang memperoleh asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal, sekaligus memperkuat fondasi Generasi Emas Lembata 2045.
(*tim)








