KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Pada tanggal 12 November 2025 Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menjawab kerinduan jemaat GMIT Anak Sulung Sikumana akan kemitraan dalam pelayanan anak dengan menggelar kegiatan penguatan bertema “Gereja Ramah Anak”.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Ketua Majelis Jemaat GMIT Anak Sulung Sikumana, Pdt. Adelpina Hege, S.Th.
Dalam sambutannya, Pdt. Adelpina menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas terpilihnya gereja mereka sebagai mitra kerja IAKN Kupang. “Kami sangat bersyukur atas pilihan IAKN Kupang. Ini menunjukkan kepedulian yang nyata dan keseriusan bersama untuk memperhatikan pelayanan anak,” ujarnya dengan penuh rasa syukur
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th. dalam sambutannya, menegaskan komitmen institusinya terhadap perlindungan anak. Beliau menekankan bahwa semua anak memiliki hak fundamental untuk mendapatkan perlindungan, baik secara fisik maupun rohani.
“Anak-anak adalah tulang punggung gereja di masa depan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan materi dan penguatan karakter agar dapat bertumbuh secara baik dan optimal,” tegas Rektor IAKN Kupang Dr. I Made Suardana
Rektor menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian tak terpisahkan sebagai implementasi dari program kerja antara pemerintah dan gereja.
Bekali Anak dari Perspektif Alkitab dan Psikologi
Untuk memperkaya wawasan 75 peserta yang hadir, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya.
Devrialdo Paat, M.Th., membawakan materi mendalam mengenai “Hak Anak dalam Perspektif Alkitab”.
Sance M. Tameon, menyampaikan materi krusial dari sudut pandang psikologi dengan tema “Peran Gereja dalam Menciptakan Ruang Aman bagi Anak”.
Kedua materi ini dirancang untuk memberikan pemahaman holistik kepada jemaat dan para pelayan anak tentang pentingnya menciptakan lingkungan gereja yang aman, mendukung, dan menghargai hak-hak anak.
Antusiasme Anak dan Panggung Boneka
Puncak acara yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak adalah sesi ibadah penutup. Berbeda dari ibadah biasa, Firman Tuhan disampaikan melalui metode kreatif Panggung Boneka.
Metode ini terbukti sukses memikat hati anak-anak.
Antusiasme terlihat jelas dari banyaknya anak yang aktif bertanya dan berinteraksi. Anak-anak mengaku sangat senang, tidak hanya dengan materi yang dibawakan, tetapi juga dengan kehadiran tim IAKN Kupang yang membawa suasana baru dan penuh kehangatan.
Reporter: Martin








