Di titik paling selatan negeri ini, ketika mentari pertama kali menyalakan serpihan cahaya di ufuk Rote, seorang gadis remaja sedang menenun mimpinya dengan benang yang sederhana yakni keberanian.
Angin laut membawa namanya jauh sebelum pesawat yang ia tumpangi berangkat. Mayana Tyselanata Saleky, putri Rote Ndao yang kini menjadi kisah tentang harapan yang menemukan jalannya.
Perjalanannya menuju gelar The Winner Remaja Putri Literasi Budaya Indonesia 2025 bukanlah sekadar catatan kompetisi.
Mayana adalah kisah tentang sebuah daerah kecil yang menolak kalah oleh jarak, tentang seorang remaja yang berani bangkit di antara keraguan dan tentang sebuah perusahaan yang memilih menanam kebaikan pada manusia sebelum menanam bangunan di tanahnya.
* Dari Rote ke Yogyakarta, Ketika Langkah Kecil Menjadi Gema Besar
PT Bo’a Development, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai penggerak nadi pariwisata Rote Ndao, diam-diam menyiapkan panggung lebih luas bagi generasi mudanya.
Di tangan mereka, dukungan bukan sekadar fasilitas melainkan janji bahwa mimpi anak daerah punya tempat untuk lahir.
Bagi Mayana, dukungan itu menjadi sayap pertama.
“Saya merasa tidak berjalan sendirian,” ucapnya perlahan pada Selasa (18/11/2025) malam.
Kalimat sederhana, namun di baliknya tersimpan jejak panjang seorang gadis yang membawa nama Nusa Tenggara Timur dengan hati yang penuh keberanian.
Dari Rote yang sunyi, ia berangkat ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti ajang Putra-Putri Literasi Budaya Indonesia 2025 pada 6-10 November lalu.
Bukan hanya bakat yang ia bawa, melainkan juga aroma laut, warna-warna tenun dan keyakinan bahwa anak daerah pun pantas berdiri tegak di panggung nasional.
* Berdiri untuk NTT, Berkilau untuk Indonesia
Di panggung itu, Mayana tampil tanpa ragu. Sorot lampu menimpa wajahnya, tetapi yang berkilau adalah keyakinannya sendiri.
Dukungan masyarakat NTT mengalir, dan standing ovation hadir bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk PT Bo’a Development yang dipuji karena berani memberi ruang bagi potensi muda dari pelosok.
Mayana melaju hingga tiga besar, mengungguli finalis Jawa Barat dan Sumatera Utara. Namun cerita itu ternyata belum selesai.
Di ujung kompetisi, Mayana dinobatkan sebagai The Winner Remaja Putri Literasi Budaya Indonesia 2025, gelar yang ia bawa pulang bagaikan lentera yang akan menggantung di langit malam Rote Ndao.
“Terima kasih kepada PT Bo’a Development yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” katanya dengan mata yang mengkilap seolah menyimpan ratusan pelukan dari tanah kelahirannya.

* Ketika Kebaikan Menjadi Cahaya
Prestasi Mayana adalah bukti daerah kecil bisa menghasilkan cahaya besar ketika generasinya diberi ruang untuk tumbuh.
PT Bo’a Development memahami bahwa pembangunan sejati tidak hanya berdiri dalam bentuk bangunan dan destinasi, tetapi juga dalam bentuk manusia, mereka yang kelak akan menjadi wajah masa depan Rote Ndao.
Di tangannya, perusahaan itu tidak hanya menyulam destinasi, tetapi juga menyulam harapan.
Dan dari harapan itulah lahir Mayana, gadis yang kini membawa nama NTT ke panggung nasional dengan langkah yang mantap.
Dari tanah Rote yang tenang, ia berangkat. Dari panggung Yogyakarta yang megah, ia kembali membawa pesan bahwa mimpi anak daerah bukanlah mimpi kecil. (tim)








