KUPANG,METROTIMORNEWS.ID — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang berhasil mencuri perhatian pada ajang Expo Moderasi Beragama IAKN Kupang 2025. Dengan semangat inovasi dan kreativitas, para mahasiswa memamerkan berbagai karya unggulan yang mengangkat kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam balutan sentuhan modern.
Produk-produk khas NTT yang ditampilkan tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi menunjukkan perpaduan harmonis antara tradisi dan tren kekinian. Pengunjung dibuat terpukau oleh ragam karya, di antaranya:
Tenun Ikonik NTT: Selendang, selimut, dan sarung dari berbagai daerah di NTT yang menonjolkan motif khas daerah.
Aksesoris Etnik Modern: Jas bermotif elegan, tas dengan desain kontemporer, hingga terusan berestetika etnik.
Perlengkapan Ibadah Unik: Tempat kolekte dan persembahan dengan desain kreatif yang memadukan nilai spiritual dan seni lokal.
Pameran ini menjadi ajang pembuktian nyata keberhasilan pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan di FKIPK. Seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya mahasiswa yang selama ini mendapatkan bimbingan langsung dari para dosen pengampu.
Salah satu dosen Kewirausahaan, Nofriana Baun, M.Pd.K., didampingi Ismail Natonis, M.H., menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme dan kreativitas mahasiswa.“Produk-produk ini adalah hasil karya gemilang mahasiswa kami, yang dibimbing langsung oleh dosen-dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan. Kami memastikan bahwa mata kuliah ini tidak hanya berhenti di tataran teori, tetapi berhasil diimplementasikan hingga mahasiswa mampu menghasilkan produk yang siap bersaing,” ujar Nofriana Baun.
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bentuk komitmen FKIPK dalam mencetak lulusan yang berintegritas, berpengetahuan luas, serta memiliki jiwa wirausaha yang kreatif dan mandiri. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pengembangan ekonomi lokal.
Pameran ini tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya NTT lewat karya kreatif, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa FKIPK IAKN Kupang untuk menunjukkan potensi, bakat, dan kemampuan mereka dalam mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal.
(MARTIN)








