Rote Ndao, Metrotimornews.id — SMKN Pantai Baru menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema Pembelajaran Mendalam dan Koding selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium TJKT sekolah tersebut diikuti seluruh guru dari berbagai rumpun mata pelajaran dan kompetensi keahlian.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik menghadapi tantangan pendidikan vokasi di era digital, sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA).
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Diah Rukmi Budiarto, S.Pd., Gr. Selanjutnya, pada hari kedua, pelatihan dijadwalkan dipandu oleh Wartono, S.Pd., Gr. dan Agus Hartatik, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMKN Pantai Baru, Simson Nullek., S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hingga pembelajaran berbasis koding.
“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi di bidang pembelajaran mendalam dan penyusunan RPP. Tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung penyusunan RPP, baik untuk rumpun mata pelajaran maupun kompetensi keahlian,” kata Simson saat membuka kegiatan, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, hasil pelatihan diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran peserta didik, terutama melalui penerapan model pembelajaran TEFA di seluruh kompetensi keahlian yang ada di sekolah.
“Dengan penerapan model pembelajaran TEFA pada semua kompetensi keahlian, diharapkan sekolah mampu menghasilkan produk nyata dan siswa benar-benar merasakan manfaat belajar di SMK vokasi,” ujarnya.
Pada hari ketiga, para peserta dijadwalkan menyusun perangkat pembelajaran secara mandiri dengan pendampingan langsung dari kepala sekolah dan bagian kurikulum. Hasil penyusunan tersebut nantinya akan digunakan dalam proses pembelajaran pada tahun ajaran baru.

Salah satu peserta, Jakobia Juxison Smaut, mengaku senang mengikuti kegiatan berbagi ilmu tersebut. Menurutnya, pelatihan itu sangat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Pembelajaran mendalam dan TEFA menjadi model pendekatan yang cocok diterapkan di SMK karena mampu membentuk siswa yang siap kerja dan kompeten di bidangnya masing-masing,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih pendidikan vokasi di SMK. Saat ini, SMKN Pantai Baru memiliki empat program keahlian, yakni ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura), NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan), TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi), serta NKN (Nautika Kapal Niaga), yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Melalui pelatihan tersebut, sekolah berharap kualitas pembelajaran terus meningkat sehingga mampu menghasilkan lulusan vokasi yang terampil, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja. (Tim)








