FKIPK IAKN Kupang Gelar PKM Coping Stres di SMTK Waikabubak

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUMBA BARAT, METRO TIMORNEWS ID –

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen (BKK), Institut Agama Kristen Negeri Kupang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Strategi Coping Stres Berbasis Nilai Kristiani bagi Siswa SMTK Waikabubak Sumba Barat” pada 18–19 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di SMTK Waikabubak ini menjadi ruang edukasi sekaligus pendampingan bagi siswa dalam memahami stres remaja dan membangun strategi pengelolaan stres yang sehat, positif, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan kerja sama antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen (BKK) FKIPK IAKN Kupang dengan SMTK Waikabubak. Kepala sekolah, Diesnilya Belawaja Lagu, S.Pd,.Gr. menyambut baik kerja sama tersebut dan mengapresiasi kehadiran tim dosen IAKN Kupang yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan PKM.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan, Agus Lagu, M.Pd., yang juga memberikan dukungan terhadap penguatan pelayanan pendidikan dan kesehatan mental siswa di lingkungan sekolah.

Ketua tim PKM, Glorius Keo, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa mengenali tekanan yang mereka alami, baik di rumah maupun di sekolah, serta membangun kemampuan coping yang tepat dalam menghadapi stres.

Materi pertama disampaikan oleh Misael Boineno, M.Pd., mengenai stres pada remaja dan cara mengatasinya. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami penyebab stres, dampaknya terhadap kehidupan belajar, serta pentingnya memiliki pola pikir dan pengendalian diri yang sehat.

Agar pembelajaran lebih interaktif, sekitar 30 siswa peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok pelatihan coping stres. Masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan langsung dari tim PKM melalui berbagai metode praktis dan aplikatif.

Pelatihan tersebut meliputi teknik relaksasi diri yang dibimbing oleh Dr. Christofel Saetban, pengelolaan emosi oleh Misael Boineno, M.Pd., manajemen waktu belajar oleh Putra Lerich, serta cognitive restructuring atau penyusunan ulang pola pikir oleh Glorius Keo, M.Si.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Setelah menerima materi, para siswa diminta mempraktikkan secara langsung teknik coping stres yang telah dipelajari. Pendekatan praktik ini membantu siswa memahami cara mengendalikan emosi, menenangkan diri, dan membangun pola pikir positif dalam menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Christofel Saetban, sebelum kegiatan dimulai tim PKM terlebih dahulu membagikan angket pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang stres dan penanganannya. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dilakukan kembali posttest untuk melihat perubahan pemahaman siswa.

“Hasil pretest menunjukkan sebagian besar siswa belum memahami tentang stres dan cara penanganannya. Namun setelah mengikuti pelatihan, siswa mulai memahami bentuk-bentuk stres yang mereka alami serta mengetahui strategi coping yang dapat digunakan untuk mengelola stres tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada kegiatan pengabdian masyarakat, tim FKIPK IAKN Kupang juga melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (MABA). Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia PMB, Dr. Christofel Saetban, M.Pd.K, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan program studi dan peluang pendidikan di IAKN Kupang kepada para siswa.

Melalui kegiatan ini, FKIPK IAKN Kupang menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan spiritual. Kehadiran program berbasis nilai Kristiani ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja di era modern.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu
Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:45

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:24

Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Berita Terbaru