BA’A,Metrotimornews.id- Di tengah hamparan alam Kabupaten Rote Ndao, sebuah semangat baru tumbuh dari lingkungan sekolah.
Bukan hanya tentang pembangunan fasilitas, tetapi tentang kepedulian yang perlahan menyalakan harapan bagi masa depan generasi muda.
Komitmen itu kembali ditunjukkan oleh PT Bo’a Development bersama Nihi Rote yang selama ini dikenal bergerak di bidang perhotelan.
Namun lebih dari itu, keduanya hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja bagi masyarakat di Rote Ndao.
Kali ini, apresiasi datang dari SMA Negeri 1 Rote Tengah atas dukungan nyata dalam pembangunan fasilitas sekolah.
Proses pengerjaan lapangan multifungsi yang sempat terhenti akhirnya kembali berjalan berkat kolaborasi antara PT Bo’a Development, Nihi Rote, Rote Hospitality Academy serta Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli.
Bagi pihak sekolah, bantuan itu bukan sekadar dukungan biasa. Di balik pembangunan lapangan sekolah, tersimpan kepedulian terhadap masa depan anak-anak muda Rote yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.
“Bukan sekadar bantuan, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” tulis akun resmi sekolah @smansaroteng dalam unggahan yang diakses Rabu (20/5/2026).
Dukungan tersebut juga bukan yang pertama. Sebelumnya, PT Bo’a Development dan Nihi Rote turut ambil bagian dalam peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia melalui aksi penanaman lebih dari 500 anakan pohon di lingkungan sekolah.
Pohon-pohon itu kini menjadi simbol harapan bahwa pendidikan, seperti pohon yang ditanam, membutuhkan perhatian dan ketulusan untuk terus bertumbuh.
Dalam unggahan yang sama, pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
Video ucapan terima kasih dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Dominikus Ndeo turut menjadi gambaran betapa besar arti bantuan tersebut bagi sekolah.
Menurut Dominikus, kemajuan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan banyak tangan yang peduli dan mau terlibat demi masa depan generasi muda.
Lapangan multifungsi yang kini sedang diselesaikan nantinya tidak hanya digunakan untuk kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa mengembangkan minat, bakat, hingga membangun kebersamaan antar pelajar.
Kehadiran dunia usaha dalam pendidikan pun dinilai menjadi contoh penting bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata.
Ketika sektor usaha ikut bergerak, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pelajar yang sedang menyiapkan masa depannya.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan di daerah, langkah kecil seperti pembangunan fasilitas sekolah ternyata mampu menghadirkan harapan besar.
Dari lapangan yang dibangun, dari pohon-pohon yang ditanam, tumbuh keyakinan bahwa anak-anak Rote memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menatap masa depan dengan lebih baik.
“Kami percaya, pendidikan yang maju lahir dari banyak tangan yang peduli,” ungkap Dominikus Ndeo.
(*tim)








