Flores Timur, Metrotimornews.id —
Wakapolri Komjen Dedy Prasetyo meresmikan sistem peringatan dini atau early warning system di kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT, Sabtu (29/11/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mitigasi bencana di daerah yang masih berada dalam zona rawan erupsi.
Dalam sambutannya pada Sabtu (30/11/2025), Komjen Dedy Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan early warning system merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di seluruh Indonesia. “Early warning system wujud nyata komitmen Polri. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dedy juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mengalami 178 peristiwa bencana, meliputi banjir, angin puting beliung hingga aktivitas gunung berapi. Karena itu, kehadiran sistem peringatan dini dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
Gunung Api Lewotobi Laki-laki sendiri saat ini masih berstatus Level IV atau Awas, sehingga penguatan sarana mitigasi dianggap mendesak. “Early warning system hadir sebagai bagian dari infrastruktur keamanan nasional,” tegas Dedy.
Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, menyampaikan apresiasi atas langkah Polri meresmikan sistem peringatan dini tersebut. Ia mengatakan masyarakat sangat terbantu mengingat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih sering terjadi. “Kehadiran alat ini sangat membantu, karena sebagian besar warga memiliki lahan usaha tani dalam radius 6 kilometer dari gunung, sedangkan desa kami berada pada radius 7 kilometer,” jelas Paulus.
Dengan adanya sistem peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan terlindungi dari potensi bahaya erupsi serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman.
(*RS)








