Wakapolri Dedy Prasetyo Resmikan Sistem Peringatan Dini Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Flores Timur, Metrotimornews.id —
Wakapolri Komjen Dedy Prasetyo meresmikan sistem peringatan dini atau early warning system di kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT, Sabtu (29/11/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mitigasi bencana di daerah yang masih berada dalam zona rawan erupsi.

Dalam sambutannya pada Sabtu  (30/11/2025), Komjen Dedy Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan early warning system merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di seluruh Indonesia. “Early warning system wujud nyata komitmen Polri. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dedy juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mengalami 178 peristiwa bencana, meliputi banjir, angin puting beliung hingga aktivitas gunung berapi. Karena itu, kehadiran sistem peringatan dini dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memberikan informasi cepat kepada masyarakat.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki sendiri saat ini masih berstatus Level IV atau Awas, sehingga penguatan sarana mitigasi dianggap mendesak. “Early warning system hadir sebagai bagian dari infrastruktur keamanan nasional,” tegas Dedy.

Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, menyampaikan apresiasi atas langkah Polri meresmikan sistem peringatan dini tersebut. Ia mengatakan masyarakat sangat terbantu mengingat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih sering terjadi. “Kehadiran alat ini sangat membantu, karena sebagian besar warga memiliki lahan usaha tani dalam radius 6 kilometer dari gunung, sedangkan desa kami berada pada radius 7 kilometer,” jelas Paulus.

Dengan adanya sistem peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan terlindungi dari potensi bahaya erupsi serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman.

(*RS)

Berita Terkait

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Berita Terbaru