Pemkab Lembata dan RS Santo Damian Teken MoU Kesehatan

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lewoleba, Metrotimornews.id — Pemerintah Kabupaten Lembata resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Rumah Sakit Santo Damian Lewoleba sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penandatanganan yang berlangsung di ruang rapat Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, didampingi Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Lewoleba, Kabag Hukum Setda, serta Kabag Pemerintahan Setda.

MoU ini menjadi landasan administratif yang mempertegas kerja sama layanan kesehatan antara Pemerintah Daerah, RSUD Lewoleba, Puskesmas, dan RS Santo Damian. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkesinambungan.

Direktur RS Santo Damian Lewoleba, Suster Felicitas Budi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata atas terlaksananya penandatanganan MoU ini. Ia menegaskan bahwa koordinasi pelayanan kesehatan selama ini telah berjalan harmonis, namun membutuhkan penguatan melalui dokumen kerja sama yang resmi.“Kerja sama selama ini sudah sangat baik, tetapi secara administrasi memang perlu kita lengkapi. Kami berharap dukungan pemerintah terus hadir, terutama untuk pengadaan obat-obatan khusus bagi pasien dengan kondisi berat,” ujar Suster Felicitas.

Ia menambahkan bahwa beberapa jenis obat penting hanya tersedia di rumah sakit, sehingga dukungan pemerintah sangat diperlukan agar pelayanan kritis bagi masyarakat dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Bupati Lembata dalam arahannya menekankan pentingnya ketertiban administrasi sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan publik yang baik. MoU yang berlaku hingga tahun 2026 ini, menurutnya, tidak boleh mengalami kekosongan atau keterlambatan perpanjangan pada periode mendatang.

“Administrasi tidak boleh kosong. Kalau masa berlakunya berakhir, harus segera dilanjutkan. Kita terlambat beberapa bulan bahkan tahun, dan ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta agar seluruh unit layanan kesehatan, baik RSUD Lewoleba, RS Santo Damian, maupun Puskesmas, terus memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan di lapangan.“Semua pasien adalah masyarakat Lembata. Kalau ada masalah di Damian, itu masalah kita. Begitu juga sebaliknya. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti peran penting RS Santo Damian sebagai pusat penanganan penyakit kusta di Kabupaten Lembata yang selama ini menjadi rujukan utama bagi berbagai lembaga dan wilayah sekitar. Ia menegaskan bahwa penanganan kusta tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada RS Santo Damian, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh fasilitas kesehatan dan Pemerintah Daerah.“Damian jangan dibiarkan bekerja sendiri. Pemerintah juga harus melihat ke sana dan mengatur langkah-langkah strategis untuk memastikan penanganan kusta berjalan efektif. Pemerintah mendukung penuh kerja pelayanan kusta,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi kepada RS Santo Damian atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui penandatanganan MoU ini, pemerintah berharap sinergi yang terbangun semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Lembata dapat berlangsung lebih berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoU ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Lembata, serta langkah maju dalam penguatan sistem kesehatan daerah.

(*RS)

Berita Terkait

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Berita Terbaru