Rote Ndao, Metrotimornews.id —
Keluhan terhadap pelayanan SPBU Metina di Kabupaten Rote Ndao kembali mencuat setelah seorang warga bernama Heryon Bernad menyampaikan pengalamannya melalui grup Facebook Anak Rote Anti Korupsi. Unggahan tersebut langsung menuai respons besar dari ratusan netizen yang mengaku mengalami hal serupa. Salah satu di antaranya, akun Jackie Leonardo Ndun, juga membenarkan bahwa dirinya pernah menghadapi kejadian yang sama.
Dalam unggahannya, Heryon mengeluhkan dugaan ketidakjujuran oknum petugas saat melakukan pengisian BBM. Ia menuliskan bahwa jumlah uang yang dibayarkannya tidak sesuai dengan nominal BBM yang diisi.

Berikut keluhannya yang dikutip dari media sosial:“Untuk Kk2 petugas SPBU Metina. Tolong klo melayani pelanggan saat mengisi BBM itu jujur. Kermana bisa B kasi uang 250 ribu Kk isi hanya 200 ribu. Rasanya sonde elok KK dong cari keuntungan dengan cara2 terhina seperti ini. B tau dan kenal KK tapi karena masih hargai jadi sonde spil nama,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai kualitas pelayanan SPBU Metina. Banyak warga mengaku kerap mendapati ketidaksesuaian antara jumlah pembayaran dan takaran BBM yang diterima.
Seperti dirilis Metrotimornews.id, Selasa, 9 Desember 2025, warga berharap adanya pengawasan lebih ketat dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait, serta tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Metina terkait keluhan masyarakat tersebut. Warga menantikan klarifikasi dan perbaikan pelayanan demi transparansi dan kenyamanan bersama.
(*redaksi”








