Larantuka, Metrotimornews.id – Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Robert Kreta, S.Pd, melaksanakan agenda reses rutin di Pulau Adonara dengan mengunjungi lima titik di daerah pemilihannya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyerapan aspirasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kedamaian.
Dalam setiap pertemuan, Wakil Ketua DPRD Flores Timur yang akrab disapa Roby Kreta itu terus menggaungkan pesan damai kepada warga. Ia menegaskan agar masyarakat tidak terlibat dalam konflik sosial.
“Jangan ada konflik, kita sebagai anak Lewotana harus selalu cinta damai,” ujarnya di sela-sela kegiatan reses.
Reses yang dilaksanakan di Kecamatan Adonara Timur ini mencakup Desa Tuawolo, Kampung Tobi di Kelurahan Lamatwelu, Desa Puhu, Karinglamalouk, dan Desa Lewobunga, yang berlangsung pada 9–11 April 2026. Kehadiran Roby disambut antusias oleh masyarakat yang mengikuti kegiatan sejak sore hingga larut malam.
Dalam kesempatan tersebut, politisi PDI Perjuangan ini mengajak masyarakat untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Ia menyadari bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga bencana alam seperti erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, gempa bumi, serta konflik sosial yang belum sepenuhnya terselesaikan.
“Saya mengajak masyarakat untuk saling mendukung dan membantu warga yang sedang mengalami bencana. Tetap jaga situasi damai dan dukung program pemerintah daerah,” tegasnya kepada awak media usai kegiatan, Sabtu (11/4/2026).
Roby juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membangun desa. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif yang dapat memecah belah persaudaraan.
“Tidak usah terpengaruh informasi yang memprovokasi, karena itu akan merusak hubungan kekeluargaan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk fokus pada kegiatan produktif yang dapat meningkatkan perekonomian desa. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat juga diperlukan dalam mengawal program pemerintah agar berjalan efektif.
Dalam reses tersebut, Roby juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, termasuk untuk mendukung program nasional seperti makan bergizi gratis. Meski demikian, ia tetap optimistis pembangunan di Flores Timur dapat terus berjalan dengan dukungan semua pihak.
“Dengan dukungan masyarakat dan kerja sama yang baik, berbagai program pembangunan di Adonara Timur dan sekitarnya, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, bisa terus berkembang,” ungkapnya.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, lurah, tokoh agama, guru, kaum perempuan, petani, hingga generasi muda. Dalam forum yang dikemas secara kekeluargaan tersebut, juga dibahas pentingnya membuka ruang dialog serta mempersiapkan regenerasi kepemimpinan politik menuju tahun 2029.
Sejumlah aspirasi masyarakat pun disampaikan, termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan antar desa. Menanggapi hal itu, Roby memastikan akan mengoordinasikannya dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk ditindaklanjuti.
(tim)








