KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Panti Jompo Budi Agung Kupang pada Sabtu (10/01/2026). Keluarga Besar Jemaat Rayon 4 GMIT Ora Et Labora Oesapa hadir membawa pancaran kasih melalui ibadah perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama para lanjut usia yang menetap di panti tersebut.
Perayaan Natal ini mengusung tema kepedulian dan kasih, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran gereja di tengah mereka yang berada di usia senja dan merindukan perhatian serta kasih sayang.

Ibadah berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Pdt. Yelita A. Leba Raja Riwu, S.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa setiap manusia, tanpa memandang usia dan kondisi, tetap berharga di mata Tuhan.
Dalam pesannya, Pdt. Yelita menyampaikan empat poin penguatan iman yang menjadi pelita bagi warga panti. Pertama, kasih Tuhan bersifat kekal, tidak berubah oleh waktu maupun keadaan. Kedua, kasih Tuhan tanpa batas, tidak terhalang oleh usia, kesepian, atau keterbatasan fisik. Ketiga, Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya, sekalipun manusia merasa terabaikan oleh dunia. Keempat, jemaat dan warga panti diajak untuk menatap masa depan dengan penuh pengharapan, tanpa rasa takut dan putus asa.
“Marilah kita mengubah setiap kekhawatiran menjadi pengharapan. Tuhan adalah sumber kekuatan yang memampukan kita berdiri tegak menatap hari esok,” ujar Pdt. Yelita dalam khotbahnya.
Kehadiran rombongan Rayon 4 GMIT Ora Et Labora Oesapa membawa sukacita tersendiri bagi para oma dan opa di Panti Jompo Budi Agung. Senyum merekah di balik keriput wajah, iringan nyanyian pujian, serta kebersamaan yang hangat menciptakan suasana kekeluargaan yang kental dan penuh haru.
Perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi pengingat bahwa makna Natal sejati terwujud dalam tindakan berbagi kasih dan menghadirkan terang bagi sesama. “Cahaya Firman” pun terasa menerangi senja kehidupan para lansia, menguatkan iman, dan menghadirkan harapan baru di awal tahun 2026.
Reporter: Martin








