KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan penuh kasih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas G Semester Tiga Kelompok 1, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Kupang, menyelenggarakan kegiatan praktik pembelajaran sekaligus Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Inpres Naimata, Pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini mengusung tema sentral: “STOP BULLYING, START CARING: Implementasi Moderasi Beragama dan Ekoteologi.”
Sinergi Akademik dan Program Nasional
Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan tugas mata kuliah Etika Kristen, melainkan juga merupakan implementasi nyata dari program Asta Protas Kementerian Agama RI. Fokus utamanya adalah menanamkan nilai-nilai Moderasi Beragama dan Ekoteologi sejak dini kepada para siswa.
Di bawah bimbingan dosen pengampu, Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd., para mahasiswa terjun langsung untuk memberikan edukasi moral yang relevan dengan tantangan zaman sekarang, yakni maraknya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Membangun Budaya Peduli dan Empati
Dalam paparannya, Cindi Boimau, perwakilan mahasiswa semester tiga, kelompok 1 menjelaskan dengan lugas mengenai bahaya dan dampak buruk perundungan bagi tumbuh kembang anak. Ia mengajak para siswa untuk menjadi pribadi yang berani bersuara (speak up) jika melihat atau mengalami tindakan tidak menyenangkan.
“Kita harus berani berhenti diam. Ubah rasa takut menjadi keberanian untuk bersuara, dan ubah kebencian menjadi empati. Dengan peduli sesama, kita sedang membangun budaya positif di sekolah ini,” ujar Cindi di hadapan para siswa.
Selain edukasi mengenai hubungan antarmanusia (Moderasi Beragama), kegiatan ini juga menyentuh aspek Ekoteologi, di mana siswa diajak untuk tidak hanya peduli kepada sesama teman, tetapi juga menjaga dan mencintai lingkungan ciptaan Tuhan sebagai bentuk etika kristiani yang utuh.
Apresiasi dan Keberlanjutan
Kepala Sekolah SD Inpres Naimata, Theresia P. Leuwayang, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Menurutnya, edukasi moral dari perspektif mahasiswa membawa energi baru bagi para siswa. Ia berharap kolaborasi ini menjadi awal dari perubahan budaya sekolah yang lebih inklusif.
Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd., selaku dosen pembimbing, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium hidup bagi mahasiswa. “Kami ingin mencetak pendidik yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi mampu menjadi agen transformasi sosial yang membawa damai sejahtera di tengah masyarakat,” ujarnya.
Harapan Masa Depan
Melalui aksi ini, diharapkan siswa-siswi SD Inpres Naimata dapat tumbuh menjadi generasi yang inklusif, menghargai perbedaan, dan memiliki karakter yang kuat dalam menolak segala bentuk kekerasan di sekolah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa IAKN Kupang terus berkomitmen dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berdampak langsung bagi transformasi sosial di masyarakat.








