KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – 13 Januari 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Kelas A Semester Satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Praktik penyuluhan sekaligus Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Kristen Mercusuar Kupang.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Kelas A semester satu ini merupakan bagian dari pemenuhan mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Inklusif, di bawah bimbingan dosen pengampu, Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd.
“Hits Itu Seru, Jaga Lingkungan Itu Perlu”
Dengan mengusung tema yang segar dan relevan bagi generasi muda, “Hits Itu Seru, Jaga Lingkungan Itu Perlu”, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjadi pribadi yang kekinian (hits) tidak hanya soal penampilan, tetapi juga kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup.
Dua mahasiswa perwakilan, Ziza Liufeto dan Yoga Pratama Natun AE, tampil memukau saat memaparkan materi di hadapan para siswa. Dalam paparannya, mereka menekankan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya soal kesetaraan di dalam kelas, melainkan juga tentang bagaimana setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga “rumah bersama” yaitu bumi.
Implementasi Ekoteologi dan Program Asta Protas
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Aksi ini merupakan implementasi nyata dari program Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada pilar Ekoteologi. Konsep ini mengajak siswa untuk melihat pelestarian alam sebagai bagian dari tugas iman dan panggilan spiritual.
Kepala Sekolah SMP Kristen Mercusuar Kupang, Bentara Gea, S.Th., menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyampaikan apresiasi mendalam dan berharap kolaborasi edukatif seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut dosen pengampu, Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan SMP Kristen Mercusuar Kupang beserta seluruh jajaran yang telah menyambut hangat dan mengizinkan mahasiswa kami untuk belajar sekaligus mengabdi di sini. Ini adalah langkah awal mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu pendidikan inklusif dalam bingkai ekoteologi,” ujar Merling.
Menuju Generasi Inklusif yang Ramah Alam
Melalui kegiatan PKM ini, IAKN Kupang berharap mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan ekosistem pendidikan di NTT yang lebih inklusif, toleran, dan cinta lingkungan.
Reporter: Martin Knaufmone








