KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Sebagai wujud nyata implementasi ilmu di bangku perkuliahan, sebanyak 17 mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, sukses menggelar praktik pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di UPTD SMP Negeri 5 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Pada sabtu, 17 Januari 2026
Kegiatan yang mengusung tema memikat, “Mau Bijak? Yuk Beretika”, ini dilaksanakan oleh Kelompok 2 Kelas G. Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari bimbingan tangan dingin dosen pengampu mata kuliah Etika Kristen, Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd. Sang dosen dikenal luas di lingkungan kampus sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki visi tajam dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga luhur secara budi pekerti.
Sinergi Etika, Moderasi Beragama, dan Ekoteologi
Kegiatan ini bukan sekadar praktik mengajar biasa. Sosialisasi ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan program Asta Protas Kementerian Agama RI, yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, ekoteologi (kepedulian lingkungan), serta jiwa nasionalisme sejak dini.
Perwakilan mahasiswa, Ista Arista Mesang, dalam paparannya yang lugas dan inspiratif, menekankan bahwa etika adalah fondasi perdamaian.
“Etika membuat kita dihargai dan dipercaya. Dengan menjaga perasaan orang lain, lingkungan sekolah menjadi aman dan nyaman. Sikap kita adalah cerminan karakter bangsa,” ujar Ista di hadapan para siswa.
Menanamkan Nilai Kebangsaan Melalui Perilaku
Para mahasiswa membedah secara mendalam hubungan antara etika dan nasionalisme. Mereka menyampaikan bahwa mencintai bangsa tidak hanya lewat simbol negara, tetapi melalui perilaku sehari-hari:
* Berbicara Sopan: Kepada guru, orang tua, dan rekan sebaya.
* Literasi Digital: Menggunakan media sosial dengan kata-kata yang membangun, bukan menjatuhkan.
* Etika Lingkungan: Menjaga kebersihan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan (Ekoteologi).
* Persatuan: Menghargai perbedaan pendapat sebagai wujud nyata Nasionalisme.
Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Kampus
Dosen pengampu, Merling T.L.L.C Messakh, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak SMPN 5 Kupang Tengah atas ruang kolaborasi yang diberikan. Menurutnya, terjun langsung ke lapangan adalah laboratorium terbaik bagi mahasiswa IAKN Kupang untuk menguji teori yang didapat di kelas.
Gayung bersambut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 5 Kupang Tengah, Gaudentiana Bupu, S.Pd., menyambut hangat inisiatif ini. Ia mengakui bahwa materi yang dibawakan mahasiswa sangat relevan bagi perkembangan mental peserta didik di era digital. “Kami sangat berterima kasih. Wawasan yang dibawa mahasiswa IAKN Kupang sangat berharga. Kami berharap kerja sama dan kegiatan edukatif seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, IAKN Kupang kembali membuktikan eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang progresif dalam mencetak calon pendidik yang peka terhadap isu sosial dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI melalui nilai-nilai Kristiani yang inklusif.
Reporter: Martin Knaufmone








