KUPANG, Metrotimornews. Id–Keterisolasian wilayah Amfoang Timur kembali menjadi perhatian publik. Sebuah peristiwa duka terjadi ketika jenazah yang dipulangkan dari Kupang menuju Desa Nunuanah terpaksa diseberangkan di Kali Noelfael akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Jenazah almarhum sebelumnya dirawat di Kupang dan hendak dimakamkan di kampung halaman di Desa Nunuanah, Kecamatan Amfoang Timur. Namun, setibanya di wilayah perbatasan sungai Kali Noelfael, rombongan keluarga harus menghadapi kenyataan pahit: jembatan penghubung tidak bisa dilalui, sementara debit air sungai cukup tinggi.
Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, warga bersama keluarga akhirnya menyeberangkan jenazah melewati aliran sungai. Proses tersebut berlangsung menegangkan, mengingat arus yang cukup deras serta kondisi medan yang licin dan berbatu.
Warga setempat menyampaikan bahwa kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Saat musim hujan, akses menuju beberapa desa di Amfoang Timur kerap terputus karena sungai meluap dan jalan berlumpur. Situasi tersebut menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti membawa orang sakit, ibu melahirkan, maupun pemulangan jenazah.
“Kami hanya ingin akses yang layak. Dalam situasi berduka seperti ini, seharusnya keluarga bisa fokus pada pemakaman, bukan memikirkan bagaimana menyeberangkan jenazah di sungai,” ujar salah satu warga.
Peristiwa ini kembali menegaskan perlunya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Amfoang Timur. Masyarakat berharap adanya pembangunan jembatan permanen di Kali Noelfael serta perbaikan jalan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan keselamatan warga dapat terjamin.
(Laporan dari warga Desa Nunuanah, Amfoang Timur)
Arni Chus Loit








