SoE, Metrotimornews. Id–Sejumlah korban tanah longsor di desa Nasi kecamatan Amanatun Utara kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), meminta perhatian pemerintah
Kepada Metro Timor News.Id pada, Rabu, 04 Maret 2026, Daniel Kase yang merupakan salah satu korban tanah longsor yang menimpa mereka pada 31 Mei 2025 lalu menyampaikan bahwa, hingga saat ini pihaknya masih bertahan di rumah yang rusak akibat bencana tersebut.
“Hingga saat ini saya dan keluarga bersama dua Kepala keluarga lainnya yaitu, keluarga bapak Musa Linome dan Seprianus Banu masih tetap bertahan di lokasi tanah longsor ini”, jelas Daniel.
Lanjutnya, Daniel juga menjelaskan bahwa, akibat curah hujan yang tinggi, menyebabkan lantai rumahnya mulai pecah karena adanya pergeseran tanah.
“Saya punya lantai rumah di bagian ruang tengah sudah mulai pecah lagi karena tanah bergeser. Sering hujan begini tanah semakin bergeser jadi kami khawatir dengan kondisi seperti ini”, tambah Daniel.
Dengan kondisi tersebut, Daniel mengaku bahwa saat ini dirinya bersama dua kepala keluarga lainnya telah menyiapkan lahan untuk membangun hunian yang baru, namun ketiganya terkendala biaya.
“Kalau untuk tanah, saya, bapak Linome dan bapak Banu ada tanah, kami juga berniat untuk pindah dari sini karena tanah semakin bergeser, tapi kami jujur bahwa kami terkendala biaya, kami tidak mampu untuk bangun rumah sekarang”, ungkap Daniel.
Kami sangat berharap pemerintah di kabupaten bisa membantu kami, dalam hal ini membantu membangun rumah di lahan yang kami miliki, lahan sudah ada, tapi kami tidak punya cukup uang. Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu kami karena tanah semakin hari semakin bergeser,”tutup Daniel.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten TTS, Fraksi Gerindra Deksi A. Letuna S.Pd.K, menyampaikan bahwa, dirinya berharap pemerintah kabupaten TTS dapat memberikan perhatian kepada para korban.
“Sebagai wakil rakyat, saya berharap pemerintah dapat memperhatikan beberapa rumah terdampak longsor tahun lalu di desa Nasi kecamatan Amanatun Utara dan juga di desa Oeleu kecamatan Toianas, agar segera direlokasi ke lahan yang sudah mereka siapkan”,ungkap politisi Gerindra itu.
Deksi juga menjelaskan bahwa, hal tersebut perlu di lakukan mengingat curah hujan yang tinggi hingga hari ini, mengakibatkan tanah semakin bergeser dan pecahan – pecahan tanah kini sudah merusak lantai rumah warga.
“Menurut saya mereka harus segera direlokasi ke lahan yang sudah mereka siapkan, sehingga tidak mengancam keselamatan mereka, apalagi bila terjadi hujan deras di malam hari.Pecahan – pecahan tanah kini semakin dekat bahkwan lantai – lantai sudah pecah, sehingga ini memang perlu untuk diperhatikan secara serius”, tutup Deksi.








